
BATURAJA, fornews.co-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengaku persoalan anak jalanan (Punk) yang banyak berkeliaran di daerah tersebut, mendorongnya untuk melibatkan NGO atau LSM yang bergerak di bidang sosial, guna membina dan memberi keterampilan sehingga tidak lagi berkeliaran serta meresahkan masyarakat.
Kepala Dinsos OKU, Saiful Kamal SKM mengatakan, pihaknya memang cukup dipusingkan dan kewalahan dengan masih maraknya anak jalanan atau anak Punk tersebut. Sebab, dalam beberapa razia yang sering dilakukan sebelumnya, pihaknya juga sudah sering kali memulangkan anak Punk yang tertankap razia. “Anak-anak Punk tersebut, ada dari Muara Enim (Tanjung Agung), Prabumulih, bahkan dalam razia beberapa waktu lalu itu ada yang dari luar Sumsel, seperti Lampung dan Bengkulu, selebihnya banyak yang dari Baturaja,” kata Syaiful, Minggu (15/01).
Menurut dia, untuk menanggulangi persoalan anak-anak Punk ini, pihaknya tengah merealisasikan pendirian rumah singgah bagi anak-anak jalanan. Dimana, pihaknya akan melibatkan pihak ketiga atau donatur yang bersedia menyediakan rumah singgah tersebut. “Sudah ada sebuah LSM/NGO di bidang sosial, rencananya mereka akan menyediakan sebuah rumah singgah. Namun, masih akan kita pastikan lebih lanjut soal rumah singgah ini,” paparnya.
Syaiful menambahkan, keberadaan rumah singgah sangat penting, selain dapat dimanfaatkan untuk tempat tinggal bagi anak jalanan juga dapat dijadikan tempat pemberdayaan anak jalanan. Salah satunya mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki anak-anak jalanan ini. “Saya dengar mereka anak jalanan ini banyak yang mahir di bidang sablon. Selain itu, tentunya mengamen. Dengan adanya rumah singgah, dapat dimanfaatkan dan dijadikan tempat untuk mengasah bakat dan ketrampilan yang dimiliki mereka,” tandasnya.(wil)

















