JOGJA, fornews.co — Film layar lebar berjudul “Bandit” resmi diputar perdana dalam sesi exclusive screening JAFF 2025 di Bioskop Empire XXI pada Selasa malam, 2 Desember.
Film produksi Adaptif Films bersama Aufklärung Pictures, Viking Sunset Film, dan Naga Film ini menjadi salah satu penayangan tertutup yang paling dinantikan pada gelaran festival tahun ini.
Mengusung genre action–crime–drama, “Bandit” menempatkan Bali sebagai latar yang berlawanan dengan citra pariwisatanya. Bukan pantai dan matahari, namun ketegangan, pengejaran, dan keputusasaan yang mendominasi cerita.

Film garapan sutradara Brian L. Tan (BLT) ini ditulis oleh Husein M. Atmodjo, kreator di balik “Mencuri Raden Saleh” dan “Pertaruhan: The Series”. Kolaborasi keduanya menghadirkan visual bertenaga dengan alur cerita yang serba menekan.
Brian L. Tan merupakan sutradara dari Bali yang pernah menjadi bagian dari tim pengerjaan VFX untuk film Hollywood seperti ‘Tron: Legacy’, ‘X-Men’ dan ‘The Girl with the Dragon Tatoo’.
“Bandit” mengisahkan seorang calon ayah bernama Gatra yang terdesak kebutuhan biaya medis istrinya karena mengalami komplikasi.
Dalam kondisi putus asa, Gatra kembali terseret ke dunia kriminal bersama Tiar, mantan rekan kejahatannya, dengan mencuri sebuah mobil demi uang cepat.

Namun, nasib buruk menanti. Mobil itu ternyata milik seorang pembunuh bayaran yang menyimpan mayat termutilasi di dalam bagasi. Sejak itu, Gatra dan Tiar menjadi buruan sang pemilik mobil yang berjanji menghabisi mereka sebelum subuh tiba.
Selepas pemutaran, Brian L. Tan menekankan bahwa “Bandit” bukan sekadar thriller penuh kejar-kejaran.
“Film ini adalah perjalanan brutal tentang manusia yang didorong oleh ketakutan dan cinta hingga batas paling ekstrem,” ujarnya.
Film ini dibintangi Wafdan Saifan, Roy Sungkono, Rifnu Wikana, Claresta Taufan, Kiki Narendra, Bukie M Mansyur, Abdurrahman Arif, dan Mike Lucock.
Sebagai rumah produksi yang fokus pada thriller dan aksi, Adaptif Films menyebut “Bandit” sebagai bagian dari komitmen mereka menghadirkan cerita yang intens, namun, tetap berakar pada konteks lokal.
“Bandit” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia dalam waktu dekat, dan para pembuatnya berharap film ini ikut memperkaya ragam sinema aksi Indonesia.

















