PALEMBANG, fornews.co – Banjir bandang kembali terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Banjir ini berdampak kepada beberapa desa di Lahat hingga menyebabkan delapan rumah hanyut dan satu rusak berat serta satu warga dilaporkan menghilang.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya banjir ini terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Lahat. Banjir terpantau di Desa Lubuk Sepang dan Desa Tanjung Sirih Kecamatan Pulau Pinang. Namun, saat ini kondisi air sudah surut dan warga sudah membersihkan rumah mereka. Banjir juga terjadi di Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Kota Lahat. Dimana ketinggiannya mencapai 70 cm.
“Kondisinya saat ini juga sudah mulai surut,” katanya saat memberikan keterangan pers, Kamis (09/01).
Kemudian, untuk Desa Muara Cawang dan Lubuk Tube, Kecamatan Pseksu juga mengalami banjir akibat meluapnya Sungai Empayang. Satu rumah mengalami rusak berat dan akses menuju Desa Lubuk Tube, Lubuk Atung dan Desa Muara Cawang tertutup material tanah yang terbawa arus air.
Selain itu, untuk Kecamatan Kikim Timur juga dilaporkan telah terjadi banjir di beberapa desa. Dimana, yang cukup parah di Desa Gunung Kembang. Bahkan dilaporkan tujuh rumah warga hanyut terbawa arus air dan satu orang dilaporkan hanyut.
“Satu orang yang hanyut ini berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” terangnya.
Kemudian, banjir juga menerjang di Kecamatan Merapi Barat, Lahat, Sumsel. Dimana ketinggiannya mencapai lutut orang dewasa. Dilaporkan satu rumah warga juga hanyut terbawa arus air Sungai Kikim Kecil.
“Semua banjir ini terjadi di Lahat dan kini sudah membaik. Bahkan, jalan raya juga sudah mulai dilalui kendaraan. Sedangkan, jalan menuju Pagaralam yang terkena dampak longsor dialihkan sementara ke Jalan Gumay Ulu,” tutupnya. (lim)

















