YOGYA, fornews.co – Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Namun, perhatian terhadap UMKM masih sebelah mata.
“Kalau kami minta uang ke Pemerintah agak ribet karena terlalu banyak mekanisme dan macam sebagainya,” ungkap Ketua Penyelenggara Gebyar UMKM Kemantren Ngampilan, Azzam Sauki Adham, dalam sambutan pembukaan Gebyar UMKM di Jalan Suronatan, Sabtu kemarin.
Sumbangan untuk kegiatan Gebyar UMKM yang dinilai terlalu kecil tidak sebanding dengan dana CSR.
Padahal, jika menggunakan dana CSR sumbangan senilai Rp 10 juta terlalu kecil bagi bank sekelas BUMN.
“Kalau kemudian dalam tiga bulan sekali Bank BPD dan Bank Jogja menyediakan dana patungan untuk kemantren Ngampilan Insyaa Alloh UMKM kami maju,” ucapnya.
Ketidakpercayaan dalam kemitraan akan menjadi kendala bagi kemajuan UMKM yang akan menyebabkan perekonomian pada tingkat Kemantren tersendat.
“Kalau bank tidak percaya dengan UMKM atau tidak percaya dengan kamampuan teman-teman UMKM, ini menjadi tersendat.”
Kemitraan yang sudah terjalin baik dengan berbagai pihak terutama kepada Bank BPD dan Bank Jogja diharapkan dapat terus lebih ditingkatkan.
Bank BPD dan Bank Jogja sebagai mitra UMKM dapat memberikan dana yang lebih besar untuk kemajuan para pelaku usaha di Kemantren Ngampilan.
Peran aktif Bank BPD dan Bank Jogja sangat dibutuhkan sebagai pendamping UMKM agar dapat terus maju dan berkembang.
“Mudah-mudahan tidak pernah bosan kalau kami selalu datang,” selorohnya kepada kedua bank BUMN.
Gebyar UMKM Kemantren Ngampilan 2023 yang digelar dua hari tanggal 18-19 Maret 2023 didonimasi oleh produk makanan.
Meski begitu Gebyar UMKM yang diikuti para pelaku usaha mikro kecil dan menengah telah menunjukkan semangat usaha kepada masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Yogya dalam menguatkan UMKM dengan membangun semangat kewirausahaan.
“Poin pertama dari kami (pemerintah) prioritas untuk menguatkan UMKM adalah soal membangun semangat kewirausahaan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya saat hadir dalam pembukaan Gebyar UMKM.
Sekda sangat mengapresiasi kerja keras UMKM di kelurahan Notoprajan dan Ngampilan yang sebelumnya hanya di tingkat RW dan berkembang menjadi lebih besar pada tingkat Kemantren.
“Dan hari ini hariannya sudah bertumbuh tidak hanya basis RW tetapi sudah melangkah sampai pada Kemantren,” ucapnya.
Pihaknya juga mendorong UMKM Kemantren Ngampilan untuk lebih memiliki jaringan pelaku usaha yang lebih luas dan kuat agar dapat berkolaborasi dalam pengembangan usaha.
“Ekosistem usaha mikro kecil dan menengah tidak bisa hanya dihadiri oleh pelaku UMKM. Nah, kalau acara seperti ini hanya dihadiri oleh UMKM saja sama halnya menciptakan lokasi UMKM,” kata Sekda dalam sambutannya diselingi guyonan khas Jogja.
Maka, lanjut Sekda, pameran produk pada Gebyar UMKM Kemantren Ngampilan perlu mempertemukan kelompok-kelompok usaha kecil kepada kelompok-kelompok usaha yang besar agar terjadi temu bisnis.
Pertemuan antarkelompok pelaku usaha mikro dan makro itu kemudian menjadi bagian dari kolaborasi yang dilakukan oleh UMKM.
“Sehingga harapan kita tidak hanya memamerkan dan menjual tapi kita temukan dengan pelaku-pelaku yang lebih kuat untuk dibangun kolaborasi. Ini yang kita dorong agar kegiatan ekspo ini bisa lebih berkembang dan berkelanjutan,” terang Sekda Pemkot Yogya, Aman Yuriadijaya.
Event Gebyar UMKM tahun ini diikuti 70 stan dengan berbagai produk. Kemantren Ngampilan mengatakan semakin tahun pelaku usaha di wilayahnya semakin meningkat.
Setiap tahun Kemantren Ngampilan telah menyiapkan anggaran untuk mendorong para pelaku UMKM melalui event pameran produk.
Meski pada event tahun ini didominasi produk-produk kuliner, namun, beberapa stan memamerkan kerajinan ecoprint dan daur ulang.
Mantri Pamong Praja Ngampilan, Endah Dwi Dinyastuti, mengungkapkan Gebyar UMKM yang digelar tersebut menjadi semangat Gendong Gandeng.
“Selama ini instansi di Pemkot pesan produk UMKM lewat Gandeng Gendong sehingga memberikan semangat motivasi. Banyak kuliner karena diwadahi Gandeng Gendong,” ucapnya. (adam)
















