INDRALAYA, fornews.co – Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada menilai banyak program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dibuat perusahaan sifatnya hanya bagi -bagi bantuan, belum menyentuh pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Boleh kita bantu peningkatan fasilitas bangunan ini itu, namun tidak dibarengi peningkatan ekonomi, ya percuma,” ujarnya saat kunjungan kerja ke Pabrik Gula Cinta Manis Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Selasa (26/02).
Ia mencontohkan, bagaimana masyarakat diberdayakan ikut juga menjual gula hasil olahan pabrik jika hal itu memungkinkan. Jadi CSR itu bisa dilakukan sejak di hilir.
Untuk itu, dalam kunjungannya ke perusahaan milik negara (BUMN) tersebut, politisi PDIP ini mendorong agar pimpinan pabrik gula cinta manis lebih kreatif dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan (CSR) pada masyarakat di sekitar pabrik.
“Poinnya adalah bagaimana bantuan-bantuan CSR itu bisa memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat dengan program yang kreatif dan bergulir,” katanya.
Sementara, Direktur Komersial PTP 7 yang membawahi pabrik gula cinta manis, Achmad Sudarto memperhatikan masukan itu dan selama ini pemberian CSR terus diperbaiki agar manfaat lebih maksimal.
“Kami akan terus berusaha meningkatkan kebermanfaatan csr bagi masyarakat,” ucapnya.
Seperti disampaikan dalam paparan dijelaskan bahwa pabrik gula cinta manis telah melakukan sejumlah kegiatan berkaitan dengan csrnya. Seperti, pemberian pinjaman modal sejak 2014 sampai 2017 mencapai Rp515 juta, pemberian perlengkapan ibadah 2018 Rp7,5 juta, bantuan bibit Rp126,2 juta. Peringatan hari besar Rp17 juta, santunan anak yatim Rp40 juta, pasar sembako Rp23,6 juta dan perbaiki sarana desa Rp52 juta. (tul)

















