KAYUAGUNG, fornews.co – Pulau Maspari yang berada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bakal menjadi destinasi baru tujuan wisata di Sumsel. Namun, tak banyak yang mengetahui kalau pulau terluar di ujung timur Provinsi Sumsel itu memiliki sejumlah potensi yang patut dikembangkan.
Selain potensi pantainya yang indah, terumbu karang serta sektor perikanan menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menghidupkan keeksotisan pulau ini.
Sejauh ini, pulau yang masuk dalam Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Tulung Selapan itu memang masih merupakan area terbuka, tetapi perlahan perhatian pemerintah provinsi mulai tertuju ke sana di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wagub Mawardi Yahya.
“Ini aset Sumsel yang luar biasa. Ada destinasi pantai yang indah, terumbu karang, keanekaragaman hayati, ada juga penyu bersisik dan banyak lagi yang lain. Nah semua potensi ini harus kita jaga, makanya Pemprov berkomitmen memberikan perhatian lebih pada pulau ini,” kata Wagub Mawardi di sela
peletakan batu pertama pembangunan pos pengamanan terpadu Pulau Maspari, Selasa (26/02).
Mawardi mengatakan, Pulau Maspari sebenarnya sudah mulai dikelola sejak zaman Gubernur Sumsel, Rosihan Arsyad. Agar ini makin berkembang, pemerintah provinsi berupaya kembali menghidupkan bahkan mempopulerkannya sebagai destinasi wisata baru di Sumsel yang menjanjikan.
“Di sini akan kita bangun pusat pembenihan ikan dan udang. Karena saya lihat dari daerah Wahyu Mandira sampai ke Bangka ini petani tambak udang perlu perhatian dari pemerintah, makanya perlu ada pengadaan benih. Yang ada selama ini mereka beli di Bali, Lampung dan Jepara, karena kita gak punya pembenihannya,” jelas Mawardi.
Potensi sektor perikanannya yang banyak, membuat beberapa petani nelayan daerah saling mengklaim seperti Lampung dan Bangka. Hal ini pula yang mendasari Pemprov dan pihak kepolisian serta dinas terkait membangun posko terpadu.
“Kegiatan ekonomi di pesisir pantai sudah mulai ramai dan aktivitasnya luar biasa dan jadi rebutan. Makanya kita minta bantuan Polairud, Lanal, Dispar dan Dinas Perikanan dan Kelautan serta desa setempat untuk kita bangun posko terpadu,” terangnya.
Selain membangun posko terpadu yang ditarget selesai 2020. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setempat untuk menjaga dan ikut berpartisipasi mengembangkan potensi Pulau Maspari. Termasuk melakukan pembinaan kepada masyarakat pesisir agar jangan sampai mengganggu ekosistem di sekitar pulau. Hutan lindung, misalnya.
Agar keindahan Maspari mudah diakses, berbagai upaya tengah dilakukan dan pembenahan. Seperti transportasi. Bahkan, direncanakan pembangunan helipad untuk membuka akses melalui udara.
“Intinya kalau suatu daerah itu menarik pasti dikejar. Contohnya Raja Ampat, jauh tapi masih dikejar orang. Nah kita buat Maspari ini semenarik mungkin. Bisa dengan wisata penyu bersisik bertelur, snorkling dan pantai, kuliner ikan. Dispar dan Dinas Perikanan Kota ajak, kita ajak berintegrasi bagaimana ini dikelola menjadi daya tarik,” paparnya.
Bahkan tidak menutup kemungkinan didatangkan juga arkeolog untuk meneliti sejarah di Pulau Maspari. ” Kita kan belum tahu ini apa. Siapa tahu ini dulunya pulau bersejarah kan bisa menarik juga. Semoga ke depan ini bisa menjadi kebanggaan Sumsel,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian akan kelestarian pantai ini dari ancaman abrasi, dalam kesempatan ini juga dilakukan penanaman pohon mangrove dan kelapa di sekitar bibir pantai. Setelah itu dilakukan juga penangkaran penyu bersisik secara khusus.
“Tadi malam kita lihat prosesnya (penyu bersisik bertelur) dan itu menarik sekali. Ini punya nilai jual yang tinggi kalau dikelola dengan baik. Maka dari itu akan kita upayakan segera bertahap,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memastikan bahwa wilayah di sekitar Maspari aman dan tak ada kendala berarti. Pun demikian, tetap saja diperlukan posko terpadu yang melibatkan seluruh stakeholder untuk menjaga keamanan, mengingat daerah tersebut dekat dengan laut lepas.
“Aman ya, tapi seperti pak wagub bilang kita tetap perlu pos terpadu. Dan ada juga info karena ini dekat laut dan perlintasan, jadi ada unsur bahaya juga seperti perompakz sehingga sektor keamanan memang dibutuhkan. Dengan adanya pos terpadu ini kita berharap tentu ada peningkatan pendapatan petani nelayan. Makanya kita sangat dukung program pak wagub ini,” ujarnya.(bas)

















