JAKARTA, fornews.co – Ketua Dekranasda Provinsi Sumatra Selatan Febrita Lustia Herman Deru menghadiri acara Bazar Ragam Sriwijaya, di Auditorium PTIK, Kebayoran Jakarta Selatan, Rabu (07/11). Menurut Febrita, bazar ini penting sebagai sarana promosi kebudayaan Sumsel.
“Bazar Ragam Sriwijaya hari ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya yang ada di Sumsel, yaitu dalam bentuk kuliner, tarian, dan busana,” katanya.
Pada kesempatan itu, Febrita menyampaikan bahwa pihaknya telah terjun langsung ke daerah kabupaten/kota di Sumatra Selatan untuk mencari potensi unggulan, agar dapat diperkenalkan di kancah nasional.
“Kami kemarin sudah melaksanakan kunjungan ke kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumsel, untuk mencari produk unggulan-unggulan yang ada untuk mendukung pengrajin-pengrajin dan UMKM. Contohnya Seperti di Lubuklinggau itu ada songket yang bermotif durian, di Prabumulih bermotif nanas, dan ada batik di Pagaralam yang motifnya bunga kopi, dan lain-lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut Febrita mengimbau para pengunjung untuk dapat membantu dalam mengenalkan dan memasarkan produk unggulan yang ada di Sumatra Selatan agar dapat dikenal di kancah nasional maupun internasional. Ia juga mengajak agar tetap mempertahankan unsur kebudayaan tradisional, meskipun sudah banyak produk fesyen yang motifnya dimodifikasi.
Dalam acara tersebut, juga dilaksanakan konferensi pers Pagelaran Tari Drama Genta Sriwijaya yang akan digelar pada tanggal 20 November 2018 di taman Ismail Marzuki oleh koreografer kebanggaan Indonesia, Deny Malik.
Dalam kesempatan ini, Febrita juga tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada ibu Tri Tito Karnavian (Istri Kapolri Tito Karnavian), selaku penyelenggara Bazar Ragam Sriwijaya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Tri Tito Karnavian yang sudah memberikan perhatian luar biasa untuk Sumatra Selatan, sehingga dapat terselenggara acara yang sangat meriah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Tri Tito Karnavian juga mengharapkan momen ini sebagai langkah awal silaturahmi sebagai perempuan dari Sumatra Selatan, untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada di Sumsel, seperti pariwisata, kuliner, dan lain sebagainya.
Ia mengatakan, bazar ini sengaja dibuat untuk mengumpulkan komunitas wanita Sumatra Selatan.
“Sebetulnya acara ini diadakan untuk saya membayar utang saya, oleh karena selama ini banyak sekali undangan kepada saya dari Komunitas Wanita Sumsel yang tidak bisa saya hadiri, jadi melalui acara ini saya kumpulkan semua dengan semangat wong kito galo,” katanya.(bas)

















