PALEMBANG, fornews.co – KONI Palembang akan menggelar Pekan Olahraga Kota (Porkot) X 11-18 November 2018. Pesta olahraga Kota Palembang ini sebagai ajang adu prestasi atlet-atlet yang selama ini dibina di masing-masing kecamatan.
Ketua KONI Palembang Suparman Romans menerangkan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai sarana mengukur sejauh mana prestasi atlet Kota Palembang yang tersebar di 18 kecamatan. Lalu kegiatan ini juga menjadi momentum KONI Palembang menindaklanjuti pelantikan 18 koordinator olahraga kecamatan.
“Porkot ini memberikan kesempatan untuk koordinator olahraga kecamatan menunjukkan hasil pembinaan cabor olahraga prestasi di wilayahnya. Selain itu tentunya Porkot ini menjadi ajang seleksi atlet terbaik mewakili Kota Palembang di Porprov Sumsel XII tahun 2019 di Kota Prabumulih,” ujar Suparman saat press conference di Sekretariat KONI Palembang, Kamis (08/11).
Suparman menambahkan, ada 18 cabor yang dipertandingkan dengan jumlah atlet yang berkompetisi sebanyak 1.913 orang. Adapun pembukaan akan dilaksanakan Minggu (11/11) pukul 15.00 WIB di Stadion Kamboja Palembang.
“Melalui Porkot X ini, harapan kami olahraga prestasi di Palembang kembali bangkit dan bisa berbicara bukan hanya level provinsi tapi juga nasional dan internasional. Kami juga ingin olahraga Palembang bukan hanya terbaik sarana prasarana tapi juga SDM-nya,” tutur Suparman.
Ditegaskan Suparman, target besar dari Porkot X ini menyiapkan atlet-atlet berkualitas yang akan membela Palembang di Porprov. Para atlet terpilih nantinya harus bisa menjaga tradisi olahraga Palembang yang mengusung tagline “juara umum harga mati”.
“Palembang sudah 10 kali menjadi juara umum Porprov. Hanya satu kali lepas saat Sumsel dan Bangka Belitung masih bergabung dimana Bangka jadi tuan rumah sekaligus juara umum,” katanya.
Ketua PB Porkot Palembang X 2018 Aliyudin Asral mengatakan, sebenarnya direncanakan ada 20 cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun dua cabor dibatalkan yaitu tenis lapangan karena tidak memenuhi kuota minimal dan kempo yang terkendala masalah internal di organisasinya.
“Untuk bisa dipertandingkan, cabor harus memenuhi persyaratan minimal diikuti 6 kecamatan. Kalau tidak memenuhi syarat minimal tersebut ya tidak bisa dikompetisikan,” ujar Aliyudin.
Untuk persiapan Porkot X, lanjut Aliyudin, sudah mencapai 90%. Diakui Aliyudin, persiapan yang dilakukan sempat terkendala venue yang harus relokasi dan reschedule.
“Ada beberapa venue di JSC, namun akibat bencana angin kencang beberapa waktu lalu, beberapa sarana prasarana mengalami kerusakan dan dalam perbaikan. Tapi kita langsung cari alternatif venue lain, karena pertandingan harus jalan sesuai jadwal. Seperti di balai kecamatan yang layak atau aula sekolah kita manfaatkan juga sebagai venue pertandingan,” tuturnya. (ije)

















