JAKARTA, fornews.co – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendirikan Crisis Center sebagai bentuk dukungan untuk merespon berbagai keluhan yang terjadi pada masyarakat Asmat, Papua.
Masyarakat Asmat saat ini tengah mengalami krisis kesehatan dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan gizi buruk di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Provinsi Papua.
Deputi BAZNAS Arifin Purwakananta mengatakan, krisis yang menimpa masyarakat Asmat merupakan krisis multidimensi, bukan hanya soal kesehatan tetapi mencakup krisis pangan, krisis kepemimpinan, hingga krisis infrastruktur.
“Faktor tersebut mendorong BAZNAS untuk merancang program yang simultan dalam merespon bencana di Asmat,” ujarnya, Kamis (18/01), yang dilansir Anadolu Agency.
Oleh karena itu, BAZNAS telah membuat Tim Rescue Kesehatan untuk datang ke pelosok desa yang belum melakukan imunisasi dan kekurangan gizi.
“BAZNAS akan mengirim tim yang tidak hanya bisa bekerja satu atau dua hari lalu pulang, tetapi kami menempatkan Asmat menjadi bagian dalam wilayah binaan BAZNAS. Kami berharap dapat melakukan kegiatan yang optimal di wilayah tersebut,” kata Arifin.
Arifin juga mengatakan lembaga zakat nasional tersebut juga memberikan bantuan pangan secara cepat. Kemudian untuk jangka panjang, BAZNAS mendorong dibentuknya lumbung pangan di Asmat.
Lumbung ini akan menjadi buffer stock atau persediaan cadangan pangan, sehingga ketika terjadi krisis pangan seperti ini, tidak akan lagi terjadi kejadian yang serupa.
Ia juga mengatakan, kalau pihaknya telah mengembangkan program penguatan pendidikan, ekonomi, dan advokasi sehingga dapat memperkuat pertahanan masyarakat Asmat pada masa yang akan datang. (AA)

















