KAYUAGUNG, fornews.co – Pasca pembatalan keberangkatan ibadah haji 2020 beberapa waktu lalu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel) saat ini belum menerima pemberitahuan adanya Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten OKI yang menarik uang setoran haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Komering Ilir H Ahmad Syukri melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), H Mutawalli mengungkapkan, pasca pembatalan keberangkatan ini para pendaftar haji dipersilakan mengambil uang pelunasan BIPIH masing-masing. Penarikan ini diperbolehkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020.
“Para pendaftar haji bisa mengambil kembali dana pelunasan Bipih di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/06)
Dijelaskannya, uang yang dapat ditarik kembali oleh pendaftar adalah dana BIPIH yang terdiri atas dua setoran yakni setoran awal dan pelunasan. Ketentuannya, jika biaya BIPIH diambil semua sebesar Rp35.972.602 yang terdiri atas Rp25 juta setoran awal dan sisanya setoran pelunasan, maka status nomor porsi haji dinyatakan hangus dan calon haji dinyatakan mengundurkan diri serta hilang haknya untuk berangkat haji tahun depan.
“Jika Bipih diambil hanya uang pelunasan, maka statusnya masih memiliki nomor porsi, meski setoran pelunasan diambil calon haji tidak kehilangan haknya sebagai calon haji yang akan berangkat haji pada tahun 1442H/2021M. Mereka nantinya akan melunasi kembali Bipih pada tahun 2021,” jelasnya.
Kemudian sambung Mutawalli, jika Bipih setoran awal dan setoran pelunasan tidak diambil, hal ini diperbolehkan dan akan tetap aman karena dana tersebut secara otomatis disimpan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Nantinya Calon Haji mendapat nilai manfaat yang akan dibayarkan kepada Calon Haji masing-masing, 30 hari sebelum keberangkatan haji pada tahun 1442H/2021M,” tuturnya.
Meski pelayanan pengambilan dana pelunasan haji telah dibuka, namun Mutawalli mengatakan sampai saat ini belum ada satu pun yang melapor ingin menarik dana pelunasan haji di Kemenag Kabupaten Ogan Komering ilir.
“Di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sudah melakukan pelunasan tahap satu sebanyak 404, tahap dua sebanyak 41 hingga total berjumlah 444 orang, tapi sampai ini tidak ada yang laporan mau ambil uangnya,” ujarnya.
Dia menerangkan, pengambilan uang setoran keberangkatan haji harus dilakukan sesuai prosedur. Sebagai syarat awal, pendaftar haji harus mengajukan permohonan pengambilan uang setoran secara tertulis ke Kemenag Kabupaten Ogan Komering ilir.
Kemenag kemudian menvalidasi dokumen permohonan yang diserahkan tersebut. Dokumen permohonan dari setiap pendaftar akan diajukan Kemenag ke pusat. Setelah itu prosesnya dilanjutkan ke Badan Pengelola Keuangan Haji. “Insyaallah pengembaliannya diproses dalam 9 hari kerja,” pungkasnya. (rif)
















