PALEMBANG, fornews.co – Manajemen PT Jakabaring Sport City (JSC) belum bisa menaksir jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan yang disebabkan hujan deras dan angin kencang yang melanda kawasan kompleks olahraga terintegrasi ini, Sabtu (27/10) siang.
Dari pantauan fornews.co di lapangan, pohon penghijauan di hampir seluruh titik patah dan tumbang. Bahkan beberapa di antaranya melintang menutupi jalan. Tidak hanya itu, atap seng dari berbagai venue terlepas dari tempatnya dan beterbangan tak tentu arah.
Pengawas Keamanan, Ketertiban, dan Kebersihan (K3) PT JSC Rusli Nawi mengatakan, saat dirinya berada di Wisma Atlet JSC sekitar pukul 14.30 WIB turun hujan deras diiringi angin kencang. Setelah hujan reda, staf di seluruh venue melaporkan adanya kerusakan.
“Yang parah itu di venue dayung dan aquatik, atapnya habis. Lalu hampir merata semua venue mengalami kerusakan di bagian plafon dan atapnya. Tapi yang kerusakan paling parah ya di atletik ini. Sebab dua tiang lampu penerangan roboh. Satu roboh ke dalam lintasan lari namun satu lagi roboh keluar menimpa pagar dan toilet umum. Sehingga dari 30 toilet umum di JSC ini, satu rusak karena peristiwa ini,” terang Rusli ditemui saat meninjau kondisi Jakabaring Athletic Stadium, Sabtu (27/10) sore.
Kondisi venue atletik ini, kata Rusli, cukup mengkhawatirkan. Selain pecahan kaca lampu yang menyebar, aliran listrik juga belum diketahui apakah masih ada atau terputus.
“Tentu kondisi ini memunculkan masalah, bukan hanya karena kerusakan yang ditimbulkan, tapi juga terkait pemanfaatannya. Karena saat ini lapangan di venue atletik ini sedang digunakan untuk pertandingan Liga 1 U19,” katanya.
Untuk kerugian yang diakibatkan peristiwa ini, Rusli belum bisa memperkirakannya. Sebab semua kerusakan di seluruh titik masih diinventarisasi dan akan disampaikan kepada Direktur Utama PT JSC.
“Kalau sudah kelar (inventarisasi) maka akan dihitung kerugian yang timbul akibat hujan dan angin kencang ini, tentunya akan kita sampaikan nanti,” tukasnya. (ije)

















