PALEMBANG, fornews.co-DPC Hanura Palembang terus mengingatkan para kader yang maju sebagai calon legislatif (caleg), agar bisa memberi kontribusi lebih banyak untuk masyarakat.
“Seluruh caleg dari Hanura sebaiknya secara bersama-sama memberikan pengetahuan dan keterampilan, untuk anak – anak muda. Karena, mereka dibekali keahlian, dan diberikan bimbingan, Insya Allah terhindar dari bahaya narkotika ataupun kegiatan yang positif,” ungkap Ketua DPC Hanura Palembang, Liza Sako, pada acara kegiatan diskusi santai caleg Hanura Bicara, di Cafe Omah Kopi Rupa, Selasa (29/01) malam.
Liza mengungkapkan, untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak muda tersebut, maka yang menjadi perhatian khusus dari Hanura adalah komunitas anak muda. “Apalagi mereka yang belum memiliki tempat dan wadah dalam menyalurkan aspirasi dan keinginannya untuk membangun Kota Palembang,” ungkapnya.
Sementara, Sekretaris DPC Hanura Palembang, Rudy Murod melanjutkan, paca caleg dari Hanura untuk tetap menghidupkan mesin partai hingga hari pencoblosan. “Jangan pernah untuk mematikan mesin, kalau tidak calegnya yang di shutdown dari mesin itu,” tegasnya.
Rudy menuturkan, diskusi santai bersama kader dan caleg Hanura ini akan terus digelar dua minggu berikutnya, hingga menjelang hari pencoblosan. “Kita ingin para kader dan caleg ini saling memberi saran dan mencari solusi dari kelemahan yang ada pada kader lain. makanya dua minggu ke depan diskusi ini akan dilaksanakan lagi,” tuturnya.
Menanggapi arahan ketua dan sekretaris tersebut, para caleg Hanura Kota Palembang yang hadir pada malam itu langsung merespon dengan cepat. “Siap, secepatnya bersama tim, akan membuat program sehingga dapat merangkul seluruh aspirasi masyarakat,” ujar Marta Jaya, Caleg Hanura dapil I.
“Saya pribadi ingin merangkul dan mengajak anak muda, dalam hal kegiatan positif, sepeti mengajak mereka gotong royong, ataupun dalam bentuk usaha keterampilan dan kerajinan,” timpal Wachdy Kurnia caleg dapil III.
Wachdy menambahkan, pada dasarnya anak muda memiliki keterampilan, hanya saja mereka tidak memiliki pengetahuan dalam mengembangkannya. “Kita berusaha semaksimal mungkin, menyalurkan minat dan bakat anak milenial sekarang ini,” tandasnya. (tul)

















