PALEMBANG, fornews.co – Setelah sepekan terakhir mengalami pertambahan signifikan, dalam 24 jam terakhir konfirmasi kasus positif COVID-19 secara nasional mengalami perlambatan. Dalam 24 jam terakhir kasu positif bertambah 185 orang.
Angka ini turun drastis dibandingkan sepekan terakhir. Pada 14 April 2020 penambahan kasus positif sebanyak 282 orang, lalu 15 April 297, 16 April 380, 17 April 407, 18 April 325, dan 19 April 327.
“Update COVID-19 Senin 20 April 2020 sampai dengan pukul 12.00 WIB, kasus positif bertambah 185 sehingga total ada 6.760 orang, pasien sembuh bertambah 61 menjadi 747, dan pasien meninggal 8 sehingga akumulasi 590,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (20/04).
Yuri menerangkan, pasien dinyatakan sembuh berdasarkan kondisi klinis yang sudah membaik dan tidak membutuhkan layanan rumah sakit lagi dan secara serial berturut-turut dua kali hasil PCR-nya negatif. Sedangkan pasien meninggal yang dimasukkan dalam rilis data ini adalah mereka yang meninggal setelah dikonfirmasi positif COVID-19.
Lebih lanjut Yuri menyampaikan, sampai saat ini sudah ada 36 laboratorium yang bekerja aktif melakukan pemeriksaan spesimen se-Indonesia. Adapun spesimen diperiksa sebanyak 49.767 berasal dari 43.749 orang dengan hasil positif yang didapatkan akumulasi sampai dengan hari ini 6.760 dan negatif 36.989.
“Data dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang dihimpun Dinas Kesehatan provinsi, ODP 181.770 dan PDP 16.343. Jumlah PDP yang selanjutnya akan diperiksa dengan real time PCR untuk mengetahui statusnya lebih lanjut,” kata Yuri.
Di sisi lain, Yuri juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman demam berdarah. Sebab bulan-bulan ini masyarakat Indonesia akan berhadapan dengan meningkatnya kasus demam berdarah.
“Mari bersama-sama keluarga di rumah lakukan pemberantasan sarang nyamuk, menguras dan membersihkan penampungan air, menutup tempat penampungan air, menyingkirkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menjadi tampungan air,” tukasnya. (ije)
















