
BATURAJA-Memiliki pekarangan rumah yang sempit bukan penghalang untuk menanam pohon hias. Bonsai (tanaman kerdil) solusi untuk memberikan kesejukan di halaman rumah yang tidak memakan banyak tempat.
Sebagaimana yang dilakukan Asman (40) warga Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU). Dengan pekarangan rumah 3×4 meter, dirinya bisa menanam puluhan tanaman hias yang dialam liar dapat tumbuh besar. Namun, dengan keahliannya membonsai tanaman, maka pelataran rumahnya tersebut tampak seperti hutan kecil. “Dengan bonsai-bonsai ini, saya tidak perlu halaman rumah yang luas untuk bisa menanam tanaman hias berbagai jenis. Bahkan pohon (beringin) yang di alamnya bisa berukuran besar ada di sini,” ujarnya saat ditemui di kediamannya Minggu (09/10).
Di kesempatan ini, dirinya berbagi pengetahuan cara memulai menanam pohon bonsai. Menurut dia, yang perlu dikerjakan untuk membuat bonsai terutama bagi pemula harus tahu teknik membuat bonsai secara umum. Pola dasar suatu bonsai secara mudah dapat ditentukan dari ukuran tinggi tanaman dan gaya dasar tumbuhnya tanaman tersebut.
“Tanaman perlu dilakukan proses penyempurnaan bentuk pohon terlebih dahulu agar menjadi bonsai, sehingga kelak hasilnya memuaskan. Tapi yang terpenting, kreativitas dari kita (pembuatnya) sangat diperlukan dalam membuat bonsai. Harus disadari bahwa bonsai bukan sekedar teknik bertanam atau budidaya tanaman saja, melainkan mencakup juga unsur seni,” jelasnya.
Pria dua anak ini mengutip sebuah literatur bahwa bonsai berbeda dengan karya seni lainnya yang bersifat mapan dan statis (dalam arti objektifnya konstan atau tidak berubah). Melainkan seni bonsai merupakan seni yang hidup. Bonsai sebagai benda seni merupakan tanaman yang hidup, tumbuh, dan mengalami perubahan. “Bisa saja sebuah bonsai yang terlihat biasa saja pada awalnya dapat menjadi bonsai yang berpenampilan mengagumkan setelah beberapa waktu kemudian,” tuturnya.
Menurut dia, pembuatan bonsai membutuhkan waktu bertahun-tahun yaitu dapat mencapai 2 hingga 4 tahun serta ada yang lebih lama. Lamanya waktu tanaman sampai menjadi bonsai yang indah tergantung dari jenis tanamannya. Kadang-kadang faktor bahan bonsai yang baik juga ikut menentukan. Bahan bonsai yang sudah baik hanya memerlukan sedikit penanganan sehingga relatif lebih cepat jadi.
“Intinya, menanam atau membonsai perlu perlakuan yang teliti, penuh kasih sayang dan ketekunan akan tampak pada penampilan bonsai. Semua bonsai ini (di halaman rumahnya) saya tanam sendiri. Saya kalau sudah asik merawat bonsai, saya tahan berjam-jam,” ucapnya.
Beberapa hal mendasar yang dilakukan dalam pembuatan bonsai secara umum yaitu pemotongan atau pemangkasan, pengawatan, penempatan pohon dalam pot, penanaman, penuaan, serta penggantian pot. (ibr/berbagai sumber)
1. Pemotongan atau pemangkasan Pemotongan dilakukan bertujuan untuk memberi bentuk, membuang cabang atau ranting yang tidak diperlukan dan memendekkan batang atau cabang.
2. Pengawatan
Pengawatan dilakukan untuk membantu pembentukan batang, dahan ataupun ranting agar tumbuh ke arah yang diinginkan.
3. Penempatan bonsai dalam pot
Hasil bonsai yang sempurna dipengaruhi juga oleh komposisi tanaman atau letaknya di dalam pot. Posisi bonsai dalam pot tergantung pada gaya yang digunakan. Tidak selamanya posisi tanaman yang baik tepat ditengah-tengah pot. Untuk gaya tertentu posisi tanaman terutama pangkal batang dan daerah perakaran bisa saja pada posisi di sebelah kiri atau kanan.
4. Penanaman
Penanaman dilakukan setelah pot dipilih dan media tanam telah disiapkan. Idealnya, bonsai ditanam dulu baru dilakukan pembentukan sesuai yang diinginkan.
5. Penuaan
Bonsai akan terlihat semakin bagus apabila dilakukan teknik penuaan. Penuaan dapat membuat tanaman yang sebenarnya belum tua menjadi tampak tua. Kesan tua dapat ditandai dengan pertumbuhan cabang yang rata-rata merunduk ke bawah dan akar yang menjalar sampai permukaan tanah.
6. Penggantian pot
Penggantian pot biasanya dilakukan pada bonsai yang dianggap sudah jadi atau bonsai yang sedang mengalami perlakuan hingga boleh dikatakan hampir jadi.
















