MUARADUA, fornews.co – Sebagai langkah kesiapsiagaan bencana asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan, mendirikan posko pemantau dan siaga darurat bencana tahun 2019.
Kepala BPBD OKU Selatan, Dony Agusta Bukit SKM MM mengatakan, pendirian posko di depan kantor BPBD setempat, dilengkapi berbagai peralatan dan sistem informasi pemantau bencana di lapangan. Hal ini, sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap di daerah tersebut.
“Selain itu juga untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan dilapangan terkait karhutlah. Sehingga kebakaran dapat kita cegah,” kata Doni, Selasa (23/07).
Posko tersebut merupakan posko induk yang terpadu. Dimana kata dia, diposko tersebut melibatkan unsur Polri dan juga TNI.
“Iya ini posko induk. Tidak menutup kemungkinan kami juga mendirikan posko di daerah rawan yang memang membutuhkan. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan,” katanya.
Dijelaskannya, posko tersebut akan didirkan selama beberapa bulan kedepan. “Dijadwalkan sampai akhir Desember. Tim Reaksi Cepat (TRC) standby di posko untuk memantau dilapangan,” tambahnya.
Untuk kabupaten OKU Selatan, pihaknya memetakan ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi kebakaran lahan yang tinggi seperti di Kecamatan Mekakau , Kecamatan Buay Sandang Aji, Kecamatan Buana Pemaca, dan Kecamatan Buay Pemaca.
“Itu berdasarkan data kita setiap tahunnya mendominasi hotpot atau titik api di kecamatan itu. Sedangkan kecamatan lainnya masih relatif rendah hotspotnya, seperti Kecamatan Sindang Danau, Warkuk, dan juga Kecamatan Sungai Are,” jelas Doni.
Diungkaplan Doni, untuk mengatasi kebakaran lahan sinergistas dan keterlibatan semua pihak. Terutama pada daerah yang rawan, agar kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.
“Harapan kita, semua elemen untuk proaktif dan selalu berkoordinasi agar kebakaran dapat dicegah dan ditanggulangi demi mewujudkan Kabupaten OKU Selatan, bebas dari Karhutla dan kabut asap,” pungkasnya.(sub)

















