PALEMBANG, fornews.co – Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Giri Ramanda Kiemas menyatakan, semua kader yang sudah menjadi anggota partai wajib mengikuti kaderisasi partai.
“Sejak kongres 2005 ada kaderisasi. Kader pertama belajar apa ideologi PDIP, Pancasila, dan organisasi PDIP. Disinilah kita belajar organisasi. Ini tahap awal kader partai, duduk disini menjadi kader partai. Untuk duduk di jabatan strategis harus melalui kaderisasi dan berideologi syarat mutlak kader PDI Perjuangan,” ujarnya, pada Pendidikan Kader Pratama DPD PDI Perjuangan Sumsel di aula Asrama Haji, Sabtu (03/11).
Giri mengungkapkan, bahwa sudah jelas jati diri PDI Perjuangan adalah Pancasila. Makanya, melalui pendidikan kader ini, sebagai anggota partai tentu mengetahui jiwa PDI Pejuangan. “Ideologi PDI Perjuangan adalah Pancasila. Ikuti pendidikan ini dengan baik, jadikan pendidikan ini untuk mencari ilmu,” ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD Sumsel itu menerangkan, bukan hanya kader PDI Perjuangan saja yang wajib mengikuti pendidikan ini. Tapi, seluruh calon legislatif (caleg) pun wajib ikut pendidikan Kader Pratama.
“Caleg harus mengerti ideologi PDIP, inilah fungsi kaderisasi PDI Perjuangan. di Sumsel ada 1.400 kader PDI Perjuangan, sebagian sudah menyelesaikan pendidikan kader pratama. Bagi yang lulus di pendidikan ini, akan diikutkan ke pendidikan kader madya. Untuk yang mengikuti pendidikan hari ini, caleg dari kabupaten dan kota di Sumsel,” terangnya, seraya menambahkan ada sekitar 214 kader yang ikut pendidikan yang mengusung tema Berideologi Syarat Mutlak Kader PDI Perjuangan.
Giri menjelaskan, pendidikan kader pratama ini sangat penting. Meski untuk menjadi anggota PDI Perjuangan cukup dengan membuat Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun untuk menjadi kader PDI Perjuangan wajib mengikuti pendidikan kader pratama.
“Agar kita paham tentang apa yang diperjuangkan. Kita punya kader partai. Kalian otot partai, untuk kerja untuk mewujudkan cita cita bung Karno mewujudkan Indonesia Sejahtera, ” jelasnya.
Karena Sumsel dikuasai PDI Perjuangan, tegas Giri, maka sudah seharusnya para kader memahami bagaimana meningkatkan kekuatan PDIP di wilayahnya. “Kita harus bekerja keras untuk bisa meraih 30 persen suara, seperti yang diharapkan DPP PDI Perjuangan. Kita bisa meraih target suara 30 persen, disini kita atur strateginya,” tegasnya.
“Pak Jokowi adalah kader PDIP. Bahkan, Pak Jokowi pada tahun 2005 adalah kader utama PDI Perjuangan. Jadi beliau kader kita bukan orang lain. Kita harus berjuang penuh untuk Jokowi. Jangan lupa ketika kampanye dilapangan, kampanyekan Pak Jokowi dan Maruf Amin,” tandasnya.(tul)

















