SEKAYU, fornews.co – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyalurkan bantuan kepada pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Muba yang terdampak pandemi COVID-19. Bantuan berupa paket bahan pokok lauk siap saji ini berasal dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
“Bantuan hari ini dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia berupa Paket Bahan Pokok Lauk Siap Saji periode kedua sebanyak 1.289 paket bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Muba yang terdampak pandemi COVID-19,” ujar Dodi usai penyerahan bantuan di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (16/09).
Tidak hanya bantuan dari Pemerintah pusat saja, namun nantinya akan segera diberikan bantuan dari Pemkab Muba untuk pelaku usaha/pedagang berupa sarana dan prasarana untuk berjualan. Termasuk lapak-lapak yang representatif bagi pelaku usaha di sepanjang jalan lintas tengah, kemudian pedagang keliling yang biasanya pakai sepeda juga akan diberikan Bentor dan gerobak.
“Ini kita lakukan dalam rangka menghidupkan kembali gairah UMKM, termasuk usaha ultra mikro yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah pusat termasuk dapat bantuan modal usaha dan kita tambah bantuan sarana prasarana. Selain itu dengan mengandeng Bank BRI Sekayu kita juga membantu mereka untuk permodalan usaha mikro,” katanya.
Lebih lanjut Dodi menyampaikan, terkait Perbup penegakan protokol kesehatan COVID-19, Pemkab Muba mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan tersebut. Bahkan sekarang sedang dijajaki meningkatkan Perbup tersebut menjadi Perda supaya lebih kuat lagi. Tapi paling tidak ada landasan hukum bagi para petugas di lapangan dalam memberikan peringatan kepada masyarakat, sehingga ada kesadaran untuk mematuhi disiplin protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan serta rajin mencuci tangan.
“Jadi kita sebenarnya tidak ada pelonggaran secara masif, pengetatan itu harus selalu dilakukan, karena masyarakat harus selalu sadar. Kalaupun sekarang Pemkab Muba belum mengizinkan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah dikarenakan situasi yang masih naik turun atau fluktuatif,” ucap Dodi. Oleh karena itu, kata Dodi, pengetatan tetap diberlakukan, tetapi tentunya ada aturan-aturan yang membolehkan masyarakat tetap beraktifitas selama tetap menjaga protokol kesehatan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Muba, Muhammad Fariz menyampaikan, bantuan dari Kemenparekraf kepada pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bantuan tahap kedua yang jumlahnya lima kali lipat lebih besar dari bantuan tahap pertama. Di mana tahap pertama total bantuan sebanyak 284 paket dan bantuan tahap kedua sebanyak 1.289 paket.
“Besaran nominal satu paket bantuan berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000, penyaluran bantuan ini akan dikawal langsung oleh pihak kepolisian. Personel Polres Muba akan langsung mengawal hingga penyaluran ke kecamatan-kecamatan dalam Kabupaten Muba. Penerima bantuan sudah sesuai by name by address by NIK yang diajukan ke pusat,” terangnya. (ije)
















