PALEMBANG, fornews.co – Mentimun merupakan salah satu sayuran yang cukup familiar ditemui sehari-hari. Jenis sayur ini relatif aman untuk dikonsumsi sehari-hari.
Namun, ketika terlalu banyak mengonsumsinya, ada efek samping yang bisa muncul. Berikut ini adalah efek samping mentimun yang perlu Anda diwaspadai seperti dikutip dari sehatq.com, Rabu (16/09).
1. Mengganggu proses pembekuan darah
Mentimun mengandung vitamin K yang cukup tinggi. Ketika Anda mengonsumsinya dalam porsi yang banyak, proses pembekuan darah di dalam tubuh dapat terganggu akibat kadar vitamin K yang terlalu tinggi dalam tubuh.Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah seperti warfarin, ada baiknya tidak mengonsumsi banyak mentimun. Jika perlu, berkonsultasilah pada dokter sebelum mengonsumsi mentimun.
Baca juga: Waspada Efek Samping dari Mengkonsumsi Obat Kuat
2. Mengundang reaksi alergi
Beberapa orang terbukti pernah mengalami alergi terhadap mentimun. Jika Anda salah satunya, sebaiknya hindari mentimun dalam bentuk apa pun. Berbagai gejala alergi mentimun meliputi:
Ruam kulit
Pembengkakan
Sesak napas.
Hati-hati, efek samping mentimun yang satu ini dapat menimbulkan anafilaksis atau reaksi alergi yang sangat berbahaya. Segeralah datang ke dokter jika Anda mengalami sesak napas setelah makan mentimun.
3. Mengandung senyawa yang bisa beracun
Menurut berbagai studi, kandungan mentimun, seperti cucurbitacin dan tetracylic triterpenoid, dapat menimbulkan efek racun di dalam tubuh. Kedua senyawa inilah yang memberikan sedikit rasa pahit ketika Anda mengonsumsi mentimun.Para ahli bahkan menyatakan bahwa mengonsumsi mentimun terlalu berlebihan dapat mengancam nyawa. Maka dari itu, batasi porsi mentimun Anda dan jangan berlebihan dalam memakannya.
Baca juga: Khasiat Petai Cina, Redakan Diare Hingga Cegah Pneumonia
4. Menyebabkan hilangnya cairan dari dalam tubuh
Mentimun menjadi salah satu sayuran yang mengandung kadar air terbanyak. Namun siapa sangka, efek samping mentimun dapat menyebabkan hilangnya cairan dalam tubuh?Biji mentimun mengandung cucurbitin, yakni senyawa yang memiliki sifat diuretik sehingga intensitas buang air kecil semakin meningkat. Akan tetapi, sifat diuretik mentimun tergolong ringan. Itulah mengapa ketika mengonsumsi mentimun dalam jumlah yang wajar dianggap aman.Namun, ketika Anda mengonsumsi mentimun terlalu banyak, cucurbitin akan menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga keseimbangan elektrolit tak terjaga.
5. Kelebihan vitamin C
Mentimun mengandung kadar vitamin C yang cukup melimpah. Nutrisi ini memang sangat penting untuk menjaga sistem imun tubuh dari penyakit, seperti pilek atau flu. Vitamin C juga merupakan sebuah antioksidan yang bisa melawan radikal bebas.Namun, ketika Anda mengonsumsi mentimun terlalu banyak, kadar vitamin C yang berlebihan itu malah bisa menyerang tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan munculnya radikal bebas yang mampu mengakibatkan datangnya penyakit.
6. Menyebabkan perut kembung
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, mentimun mengandung cucurbitacin. Senyawa ini dapat menyebabkan terganggunya sistem pencernaan, terutama mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Bahkan, mengonsumsi cucurbitacin terlalu banyak dipercaya dapat menyebabkan perut kembung.Jika Anda pernah mengalami perut kembung akibat mengonsumsi bawang, kubis, hingga brokoli, disarankan untuk tidak mengonsumsi mentimun dalam jumlah yang tinggi. (rif)
Baca juga: Kegiatan Ringan yang Ternyata Bisa Membakar Kalori Menjelang Tidur

















