JOGJA, fornews.co — Indonesia tidak lama lagi akan menjadi bagian dari supremasi ekonomi dunia, menjadi first world country, dan Amerika akan menjadi negara dunia kedua.
Cak Nun menghitung probabilitas negara-negara dunia yang berpotensi menjadi first world country salah satunya Indonesia.
Hal itu disampaikan Cak Nun tujuh tahun lalu, Ahad, 25 Februari 2018, di Semarang diunggah melalui kanal Youtube Gambang Syafaat dan Maiyah Indonesia di fesbuk.
Apa yang disampaikan Cak Nun tujuh tahun lalu menjadi kenyataan–tetapi hal itu dipastikan tidak dimiliki oleh rakyat Indonesia.
“Sepuluh tahun ke atas, sepuluh tahun sejak sekarang, dan kemudian, Amerika akan menjadi negara dunia kedua,” ucapnya.
Eropa, lanjut Cak Nun, akan menjadi negara kedua sedangkan Afrika dan Amerika latin tetap menjadi negara dunia ketiga.
Tetapi negara-negara Asia-Pasifik dari Indonesia hingga China di bagian Utara akan menjadi negara dunia pertama.
Kata Cak Nun, nantinya first world country akan dipimpin oleh China. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Jawabnya sederhana, karena China lebih tega melakukan yang tidak dilakukan oleh bangsa Indonesia.
Karena China berani melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh bangsa Indonesia.
Karena China akan selalu mencari uang. Berpikir uang. Mereka tidak punya shalawatan, tahlilan, manakiban, maiyahan, dan sejenisnya.
Cak Nun menyebut tahun 1970-an dunia pernah dibagi menjadi tiga, yaitu dunia negara satu, nomor dua negara dunia kedua, dan negara dunia ketiga.
“Dunia Negara ke satu Amerika dan Eropa, Jepang, China dan seterusnya, kita ini dunia negara ketiga paling bawah,” ujarnya.
Bangsa Indonesia akan menghadapi dunia yang sangat serius dimana Indonesia akan ikut moncer, ungkapnya.
Misalnya, pertanian akan maju tetapi bukan menjadi milik petani. Hanya ada buruh tani. Pemiliknya adalah para konglomerat.
Dia memastikan semua yang ada di Indonesia akan dikuasai oleh para konglomerat sementara hanya 1-5 persen yang bukan milik asing.
Di luar dugaan Cak Nun melontarkan pertanyaan kepada jamaah maiyah yang hadir: “Lantas, 2025 ke atas, Anda mau menjadi apa? Mati kelaparan atau makan dari hasil curian?” tandasnya.

















