KAYUAGUNG, fornews.co – Berbagai aktivitas mulai dari aktivitas keagamaan, sosial hingga ekonomi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) kembali bergerak longgar setelah lebih kurang tiga bulan ‘kaku’. Hal ini setelah pemerintah setempat melonggarkan pembatasan yang disebut-sebut untuk memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Untuk memastikan berbagai sektor ini betul-betul kembali berjalan sebagaimana mestinya khususnya dalam bidang ekonomi, Forkopimda Kabupaten OKI turun ke pasar, Jumat (05/06). Mereka datang untuk memotivasi langsung para pedagang dan pelaku ekonomi lainnya agar kembali menggeliat.
“Kita tau Pandemi ini luar biasa memukul perekonomian tidak hanya OKI bahkan dunia. Kebijakan pembatasan fisik tentu mempengaruhi aktivitas jual beli terutama di pasar-pasar rakyat,” kata Bupati OKI, H Iskandar SE.
Untuk itu, menurut Iskandar setelah memperhatikan kurva penurunan kasus positif di OKI dan dukungan dari berbagai pihak, Gugus Tugas COVID-19 OKI melakukan pelonggaran terhadap aktivitas masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Saatnya sendi-sendi perekonomian kembali bergerak, kita tentu tidak bisa berdiam di rumah selamanya. Kita longgarkan kegiatan peribadatan dan perekonomian vital dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Dengan relaksasi ini , tegasnya bukan berarti tugas pemerintah khususnya Gugus Tugas COVID-19 bisa santai melainkan justru lebih banyak. “Karena masyarakat ini harus kita jaga, kita ingatkan agar tetap patuhi himbauan protokol kesehatan. Kita pertahankan kondisi yang semakin membaik ini,” tegasnya. (rif)
















