PALEMBANG, fornews.co – Wabah virus Tilapia atau Tilapia Lake Virus (TiLV) pada ikan Nila yang diduga terdeteksi di Indonesia, langsung menjadi perhatian serius pihak Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palembang.
Kepala SKIPM Palembang, Sugeng Prayogo mengatakan, sejauh ini dari hasil uji yang dilakukan SKIPM ada beberapa yang memang dinyatakan positif dan negatif terinfeksi wabah virus Tilapia. Namun, virus tersebut masih terdeksi di luar Indonesia.
“Jadi untuk sementara ini, semua ikan Nila yang akan masuk ke Sumsel kami akan lakukan karantina telebih dulu untuk memberikan jaminan, bahwa penyakit itu (TiLV) tidak masuk ke Sumsel,” kata Sugeng usai ramah tamah dengan wartawan di Kantor SKIPM Palembang, Jumat (13/04).
Menurut Sugeng, untuk komoditi ikan Nila di Sumsel ini sendiri banyak dipasok dari pulau Jawa, namun masih berupa benih. “Bahayanya (TiLV) ini dapat menurunkan tingkat produksi, karena jika Nila sudah terserang TilV ini tentunya mortatlitas, tingkat kematiannya sangat tinggi. Vaksinnya (sejauh ini) belum ada,” jelasnya.
Adapun ciri-ciri ikan Nila yang terinfeksi TiLV, menurut Sugeng, di antaranya;Luka pada bagian permukaan tubuh; Sisik terangkat; Mata mengalami katarak; Lensa mata rusak dengan mengalami pembengkakan pada bola mata. “Kalau untuk dampaknya kepada manusia (yang mengkonsumsi) tidak ada, jika dimasak dengan benar,” tuturnya.
Kasi Tata Pelayanan SKIPM Palembang, Elfachmi menambahkan, wabah virus Tilapia sejauh ini belum terdeteksi di Palembang. Namun pihaknya diminta pusat untuk tetap terhadap penyebarannya. “SKIPM Palembang siap mengantisipiasi itu,” tandasnya.(bas)

















