PALEMBANG, fornews.co – Kepala Cabang Dompet Dhuafa Sumsel (DD Sumsel) Kusworo Nursidik mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan menghimpun 278 hewan kurban setara kambing atau domba yang akan disalurkan lewat program Tebar Hewan Kurban (THK) 2018. Melalui THK, daging hewan kurban akan didistribusikan ke pelosok-pelosok daerah di Sumsel hingga ke daerah konflik luar negeri, seperti Palestina.
“Ada 100 titik daerah di Sumsel yang menjadi tempat penyaluran kita. Kategorinya daerah miskin, terpencil, rawan penyimpangan akidah dan korban bencana alam. Jadi kami juga siap memfasilitasi masyarakat yang ingin menyalurkan hewan kurban kepada saudara kita yang ada di Lombok, bahkan ke daerah konflik Palestina, Suriah dan Rohingya,” ungkapnya dalam keterangan pers, Selasa (14/8).
Kusworo mengatakan, 100 titik daerah tersebut di antaranya, Jayalaksana, Pegayut, Pulau Salah Nama, Pulau Rimau, Indralaya Utara, Betung, Sungai Rengit, dan beberapa daerah di Lubuklinggau dan Musi Rawas. Dikatakan, program THK 2018 yang bertema Kurbanesia Menjawab Panggilan Zaman, ini sendiri merupakan konsep yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Sumsel sejak tahun 1993. Konsep dengan penyaluran daging hewan kurban dari perkotaan ke pedesaan, dari wilayah yang banyak daging kurban ke daerah yang sedikit hewan kurbannya.
“Melalui program THK ini kita ingin berbagi dengan saudara-saudara kita yang kurang beruntung di pelosok-pelosok tanah air dan Sumsel, yang hanya makan daging kurban setahun sekali. Jadi kita berharap, melalui program ini adanya pemeretaaan dari kota ke desa, dari yang sering makan daging kurban hingga ke yang jarang makan daging hewan kurban,” tuturnya.
Penyaluran daging hewan kurban akan dilakukan selama 4 hari, yakni di Hari Raya Idul Adha dan 3 hari sepanjang hari Tasyrik. “Tentunya melalui ini, kami berharap bisa bersinergi, termasuk rekan-rekan media untuk memberikan informasikan kebaikan ini kepada masyarakat. Kami DD Sumsel berjuang memfasilitasi dan menyalurkan,” tandasnya. (bas)
















