PALEMBANG, fornews.co – Masuk penyisihan grup karena menyandang status tuan rumah Asian Games 2018, tak mau dilewatkan begitu saja oleh timnas sepak bola putri Indonesia. Kesempatan ini akan digunakan untuk mengukir prestasi di ajang empat tahunan ini.
Pelatih Timnas Putri Indonesia Satia Bagdja Ijatna mengatakan, tiba di Palembang Selasa (14/08) pagi, tim sudah langsung berlatih sore hari. Menu latihan pun sekadar mengulang apa yang sudah dijalani pemain sebelumnya.
“Kita sudah siap, tinggal main tanggal 16 Agustus. Mengenai kekuatan Maladewa, saya belum mengetahui. Tapi di timnas Indonesia saat ini ada pemain yang dikontrak tim Maladewa yaitu Rani Mulyasari dan Maulina Novryliani. Walaupun di futsal, tapi dia bisa juga di sepak bola,” kata Satia ditemui di lapangan baseball Jakabaring Sport City, Selasa (14/08) sore.
Menurut Satia, semua sudah disiapkan baik taktik, teknik, dan fisik. Bahkan di pertandingan uji coba terakhir permainan Dhanielle Daphne dkk menunjukkan progres yang baik. “Saat lawan tim putri kita bisa menang di atas lima gol. Tapi saat lawan tim putra memang agak sulit, tapi anak-anak butuh itu,” ujar Satia.
Mengenai target di turnamen kali ini, Satia ingin membawa tim asuhannya meraih prestasi terbaik. Lama tak turun di kompetisi resmi, timnas sepak bola putri Indonesia ingin lolos dari penyisihan Grup A yang diisi Korea Selatan, China Taipei dan Maladewa. “Target kita lolos ke babak berikutnya saja sudah jadi prestasi yang baik,” tutur pelatih asal Jakarta ini.
Senada disampaikan Manajer Timnas Sepak Bola Putri Indonesia Papat Yunisal. Menurut Papat, persiapan timnas putri sudah cukup dengan waktu yang tersedia. Papat pun meminta Dhanielle dkk memanfaatkan peluang lolos dari penyisihan grup. Papat juga berharap dukungan publik tuan rumah untuk meninggikan semangat pemain.
“Secara hitung-hitungan kita bisa menang dua kali di penyisihan grup. Tim senior kita ini merupakan pemain terpilih yang paling maksimal. Jadi kita sudah siap dan harus memetik kemenangan untuk masyarakat Indonesia,” kata Papat.
Diakui Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia ini, beban pasti ada dikarenakan pengalaman bertanding pemain Indonesia yang sangat kurang. Tapi ditegaskan Papat, beban itu harus dijadikan motivasi.
“Sebab keluarga, rekan, mitra dan masyarakat Indonesia akan melihat dan memberikan dukungan. Ini 56 tahun kita menunggu bisa partisipasi di Asian Games ini. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” tukasnya. (ije)
















