PALEMBANG, fornews.co – Imbauan Pemerintah kepada warga untuk tidak keluar rumah selama pandemi Covid-19 mulai dirasakan para pedagang di pasar-pasar tradisional. Tak hanya sepi pembeli, pasokan barang maupun sayur dari berbagai daerah juga mulai berkurang yang berimbas pada kenaikan harga.
Nurjana (50) salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Silaberanti mengatakan, dalam sepekan terakhir harga berbagai sayur mayur mulai merangkak naik.
“Harga sayuran yang naiknya tinggi yaitu cabai merah dan bawang bombai. Jika biasanya harga cabai merah hanya Rp23 ribu per kilogram, sekarang mencapai Rp50 ribu per kilogram. Bahkan bawang bombai yang harga normalnya Rp15 ribu sekarang sudah Rp63 ribu per kilogram,” ujarnya, Kamis (26/03).
Tidak hanya sayur mayur, harga kebutuhan pokok lain juga ikut melonjak naik. Meski belum terlalu tinggi, namun dikhawatirkan akan terus naik menjelang Ramadan yang tidak lama lagi.
“Kenaikan yang paling terasa seperti gula dan telur. Telur yang biasanya harga Rp18 ribu per kilogram naik menjadi Rp23 ribu. Gula pasir yang biasanya dijual Rp12 ribu sekarang sudah Rp18 ribu per kilogram,” kata Butet (55) pedagang sembako di Pasar Silaberanti.
Menurut Butet, kenaikan harga disebabkan karena terhambatnya pasokan dari agen. Selain itu daya beli masyarakat juga mengalami penurunan sejak wabah corona merebak. (cr4)
















