PALEMBANG, Fornews.co – Ditahun 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang harus rela kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Palembang yakni sebesar Rp 683 miliar. Hal ini dikarenakan kondisi pandemi Virus Corona atau COVID-19 yang terjadi di Palembang sejak awal tahun.
Demikian diakui oleh Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Palembang, Sulaiman Amin saat dihubungi, Jumat (19/06).
Ia mengatakan semula ditahun 2019, PAD Palembang mencapai Rp 1,3 triliun. Namun dikarenakan COVID-19. Pemkot Palembang harus menurunkan target PAD untuk tahun 2020 yakni sebesar Rp 617 miliar atau berkurang sebesar Rp 683 miliar.
“Ya namanya musibah dan ini sudah kehendak maha kuasa jadi tidak bisa dipaksakan,” katanya.
Kondisi ini juga terjadi di daerah lainnya seperti di DKI Jakarta. Dimana, PAD DKI Jakarta mencapai Rp 55 triliun kini diprediksi hanya mampu Rp 20 triliun. Karena itu, dirinya berharap COVID-19 ini tidak berkepanjangan sehingga dapat kembali seperti semula.
Ia mengaku sejauh ini dari target Rp 617 miliar, capaian yang telah terealisasi yakni mencapai 51,97 persen atau sekitar Rp 300 miliar. Dimana, paling banyak dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Kami optimis dengan diturunkannya target pajak ini maka target PAD dapat tercapai,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo menambahkan diturunkannya target PAD menjadi Rp 617 miliar ini dikarenakan banyak sumber PAD yang tidak beroperasi selama COVID-19. Karena itu, pihaknya harus memutar otak untuk menggali sumber PAD lainnya.
Saat ini pihaknya akan menyasar perusahaan BUMN yang potensial untuk membayar pajak lebih dulu, serta menyisir kembali PBB. Karena potensi PBB masih sangat besar khususnya di Kota Palembang terutama bagi para pejabat di lingkungan Pemkot Palembang.
“Untuk realisasi PAD sampai saat ini baru mencapai Rp 300 miliar dari target Rp 617 miliar,” singkatnya. (lim)
















