SEKAYU, fornews.co – Kabupaten Musi Banyuasin merealisasikan 8.162 sambungan jaringan gas (Jargas) bumi untuk rumah tangga. Kuota tersebut dialokasikan pada warga di tiga kecamatan yaitu Sungai Lilin, Sekayu, dan Bayung Lencir.
“Kita terus meminta kepada Kementerian ESDM agar pasokan Jargas rumah tangga di Muba ini menjadi prioritas. Ini tidak lain demi kepentingan masyarakat. Lagipula permintaan ini hal yang wajar, karena Muba adalah kabupaten penghasil gas bumi terbesar,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex di sela ground breaking pembangunan Jargas Rumah Tangga di Kantor Camat Sungai Lilin, Sabtu (15/08).
Dodi mengatakan, selama ini pemasangan Jargas rumah tangga di Indonesia difokuskan di kawasan perkotaan. Akan tetapi di Muba justru sebaliknya. Dodi ingin masyarakat di pedesaan juga merasakan apa yang selama ini dirasakan warga di perkotaan.
“Di Muba kita fokus agar sambungan Jargas rumah tangga dirasakan warga pedesaan. Alhamdulillah perlahan telah direalisasikan,” katanya.
Dodi menerangkan, tiga tahun lalu Kabupaten Muba pertama kali mendapat alokasi pemasangan Jargas rumah tangga sebanyak 6.000 sambungan. Kala itu pemasangan dipusatkan di Sekayu.
“Waktu itu di Sekayu pak Sekda juga ikut turun masuk ke rumah-rumah penduduk, ke desa-desa, yang sebelum pakai Jargas rumah tangga masih pakai kompor minyak tanah. Dengan Jargas warga tinggal putar (handle) kompor dan gas langsung menyala, keluar si api biru,” tuturnya.
Menurut Dodi, sebagai penghasil gas bumi terbesar, Muba juga telah mengaliri gas sampai ke PT Pusri di Palembang.
“Jadi sudah sangat tepat acara hari ini kita bersyukur perjuangan kita selama tiga tahun maka kota-kota kecamatan di Muba bagian timur ini mendapatkan jaringan gas rumah tangga. Jelas ini meringankan ekonomi masyarakat. Karena gas ini lebih murah, lebih bersih dan pasti juga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat untuk energi yang terbarukan,” paparnya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengatakan, Kabupaten Muba sejak masa dirinya menjadi Bupati selalu menjadi yang terdepan.
“Untuk seluruh Indonesia, Kabupaten Muba adalah salah satu penghasil gas terbesar. Calon pelanggan terdaftar kurang lebih 50.000. Saya minta silakan tahun depan 50.000 sambungan rumah Jargas untuk Musi Banyuasin di tiga kecamatan dan ditambah tiga kecamatan yang lain,” tegasnya.
Alex sepakat dengan pernyataan Bupati Muba Dodi Reza Alex, bahwa warga di Kabupaten Muba harus mendapat prioritas sambungan Jargas rumah tangga.
“Tahun depan mungkin belum tercapai 50 ribu. Tapi dengan capaian 48 ribu, jadilah, 2 ribunya nyusul tahun selanjutnya. Karena dari sinilah asal gas itu, wajar, dari sinilah asal minyak bumi itu,” katanya.
Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan Jargas dimulai pada tahun 2017 lanjut ke tahun 2020. Untuk wilayah Musi Banyuasin mendapat alokasi 8.162 sambungan rumah tangga yang berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sekayu, Sungai Lilin, dan Bayung Lencir.
“Alhamdulillah kegiatan pembangunan ini sudah berjalan. Kurang lebih dua bulan dilakukan pendataan calon sambungan rumah tangga dan hari ini diresmikan di Kecamatan Sungai Lilin yang merupakan salah satu pusat dari jaringan gas tersebut. Diharapkan jaringan gas ini dapat dikembangkan di wilayah yang berbatasan ataupun yang dilintasi oleh jalur gas Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin dan Babat Supat dan kecamatan potensi lainnya,” ujarnya.
Kepala Subdit Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM RI Wahyudi Akbari mengatakan, program Jargas rumah tanga dari Pemerintah sudah tersusun sampai tahun 2024.
“Kita ditargetkan membangun kumulatif 4 juta sambungan rumah dengan biaya APBN. Kemudian juga ada anggaran dari pembelian yang kita dorong mulai dari 2022 sampai 2024 ini persiapan untuk pembangunan,” katanya.
Wahyudi menerangkan, untuk pendataan jaringan ini pihaknya berkoordinasi dengan Pemda yang juga mendampingi hingga perencanaan, perizinan, sehingga masyarakat calon penerima pembangunan jargas untuk tahun 2020 ini akan ada 10 paket.
“Kami mohon dukungan dari Pemerintah daerah dan masyarakat agar pembangunan ini bisa tepat waktu tepat sasaran dan untuk tahun-tahun berikutnya kita bisa melanjutkan pengembangannya,” tukasnya. (ije)
















