PALEMBANG, fornews.co-Pendukung Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur (Paslongub – wagub) Sumsel yang berada di luar Ballroom Novotel, menyayangkan tempat digelarnya acara debat kandidat Gubernur Sumsel yang tidak difasilitasi televisi atau layar lebar.
Meski sebelumnya pada rapat bersama KPU dan Tim Paslon, disepakati tidak ada pengerahan massa dan layar lebar di luar venue debat kandidat, karena masalah keamanan. Namun tetap saja, ada rasa kecewa dari empat kubu pendukung.
Bukan hanya itu, pengamanan di area Ballroom Novotel ini juga terlihat sangat ketat. Wajah-wajah dari staf yang berseragam KPU Sumsel pun seperti kurang bersabahat dengan para pengujung.
Tampat di luar Ballroom Novotel, pendukung Paslongub nomor urut 4 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda, Repdem Sumsel dan Forum Relawan Demokrasi (Foreder) harus menggunakan smartphone mereka dan di sambungkan dengan pengeras suara, agar bisa didengar bersama.
“kami kecewa dengan respon KPU sebagai penyelengara, dalam menanggapi langsung animo pendukung diluar novotel. Terbuktikan sekarang masih tertib dan terjaga. Kalau bicara mengapa tidak menonton di rumah atau posko, karena spiritnya beda antara nonton di rumah dengan bersama calon kami,” tegas Achmad Sazali, Ketua Repdem Sumsel, Rabu (14/03) malam.
Sazali mengatakan, bila keamanan dan ketertiban jadi alasan, itu kurang tepat. Karena, bila bicara tentang keamanan, semua pendukung bisa mengedepankan ketertiban tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemerhati Politik dan Publik Sumsel, Dr Arif Ardiansyah MSi menerangkan, memang mengapresiasi penyelenggaraan debat kandidat ini di tempat yang bagus. Tapi, kalau bisa para pendukung yang berada di luar Ballroom ini bisa fasilitasi untuk menyaksikan jago-jago mereka.
“Memang sudah ada kesepakatan tidak menggunakan layar besar atau televisi diluar ballroom. Tapi kan kita tidak bisa menghalangi antusiasme masyarakat dan pendukung masing-masing palson yang datang langsung dan menyaksikan dari tempat yang sama,” terangnya.
Arif berharap, untuk debat kandidat berikutnya, penyelenggara bisa memfasilitasi masyarakat dan pendukung paslongub Sumsel. Apalagi, anggaran yang dikeluarkan KPU Sumsel untuk agenda debat kandidat ini mencapai Rp600 juta. (tul)

















