PALEMBANG, fornews.co – Paslon Pilgub Sumsel 2018 dan tim pelaksana kampanye telah melaksanakan deklarasi dan penandatanganan kampanye damai. Lalu apa komentar dan tanggapan masing-masing paslon seputar kampanye damai ini.
Cagub nomor urut 1 Herman Deru mengatakan, sebelum menghadiri acara deklarasi kampanye damai di KPU Sumsel ini, dirinya dan calon wakilnya telah bersepakat secara internal dengan tim pendukung dan parpol pengusung, untuk melaksanakan kampanye dengan damai, tanpa kampanye hitam. “Kita akan melakukan kampanye sopan dan santun sesuai adat ketimuran kita. Dan yang jelas, kita tolak politik uang siapapun yang melakukannya,” tegas Deru.
Mengenai Mawardi Yahya yang tak hadir, Deru menerangkan Cawagubnya itu sedang melaksanakan ibadah umrah. “Visa beliau sudah didapat dan tidak bisa dibatalkan lagi (keberangkatannya),” kata Deru.
Cawagub nomor urut 2 M Irwansyah mengatakan, ada dua komitmen pasangan Asri pada Pilgub Sumsel 2018 ini yaitu sepakat melaksanakan kampanye damai sesuai isi deklarasi kampanye damai oleh KPU Sumsel. Yang kedua, kata Irwansyah, dia dan Cagub Aswari siap menang dengan cara yang benar. “Mohon doa restu masyarakat Sumsel agar pasangan Asri bisa memimpin Sumsel,” ujar Irwansyah.
Soal ketidakhadiran Cagub Saifudin Aswari Rivai, di waktu bersamaan Aswari sedang berada di Lubuklinggau.
Sementara itu, Cagub nomor urut 3, Ishak Mekki mengajak semua paslon dan pendukungnya untuk menciptakan Pilkada yang sejuk, damai, tanpa rasa ketakutan dan intervensi di masyarakat. “Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat seperti yang sudah dideklarasikan tokoh agama, kandidat, dan juga Muspida tadi,” ujar Ishak.
Ishak juga meminta maaf kepada pendukung dan KPU Sumsel atas ketidakhadiran Cawagub Yudha Pratomo Mahyudin. “Yudha lagi ke Amerika (Serikat),” terangnya.
Dari paslon nomor urut 4 Dodi Reza Alex yang didampingi Giri Ramanda Kiemas mengatakan, yang perlu diperhatikan adalah setelah deklarasi kampanye damai. Menurut Dodi, justru yang paling penting adalah isi deklarasi harus benar-benar dilaksanakan saat pelaksanaan kampanyenya. “Kalau kampanye itu ya perangnya perang ide, perang program, bukan menjelek-jelekkan orang lain,” tutur Dodi.
Hal itu disampaikan Dodi karena dirinya merasa ada pihak-pihak yang mulai menjelek-jelekkan dirinya maupun Cawagub Giri Ramanda Kiemas. “Kalau saya sih biarin aja, gak apa-apa. Yang penting kita kan santai saja. Kita lebih fokus menawarkan program kepada masyarakat,” ucap Dodi. (ije)
















