
PENDOPO, fornews.co- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) PALI Ir Hj Sri Kustina menyampaikan, limbah kantong plastik merupakan limbah yang tidak ramah lingkungan karena sulit dimusnahkan.
Namun, bila diolah, limbah kantong plastik tersebut bisa menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis dan menghasilkan. “Jadi ibu-ibu tidak perlu lagi membuang kantong plastik bekas, yang selama ini menjadi limbah rumah tangga. Karena secara tidak langsung, ibu-ibu ikut berperan dalam menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya, pada pelatihan Usaha Peningkatan Pedapatan Keluarga (UP2K) se-Kabupaten PALI di gedung serbaguna Pendopo, Rabu (25/01).
Istri dari Bupati PALI Heri Amalindo itu mengungkapkan, pelatihan bagi TP PKK tingkat desa dan keluharan ini, diharapkan mampu menghasilkan karya yang nantinya bisa dipasarkan. Cara ini secara otomatis akan memberikan penghasilan bagi keluarga. Nah, setelah adanya pelatihan ini, kantong plastik yang selama ini menjadi limbah bisa diolah menjadi anyaman yang nantinya berbentuk tas, dompet dan taplak meja.
“Jadi saya berharap ibu-ibu bisa fokus mengikuti pelatihan ini. Kalau tidak tahu, jangan ragu untuk bertanya. Sebab, dengan bertanya kita lebih memahami lagi apa yang selama ini belum kita ketahui,” ungkapnya.
Pelatihan ini sendiri, menghadirkan narasumber dari Jakarta, Sri Wahyuni, untuk melatih membuat anyaman kantong plastik bersama Komunitas Rajut Sriwijaya. “Mudah-mudahan dengan kreativitas yang kita tingkatkan maka perekonomian juga meningkat dan desa-desa yang ada di Kabupaten PALI juga lebih makmur,” tukasnya.
Hanya saja, Sri Kustina meminta ibu-ibu yang mengikuti pelatihan untuk lebih displin. Karena, hampir setiap kegiatan waktunya sering molor, lantaran banyak peserta yang belum datang. “Saya minta setiap ada kegiatan pelatihan supaya lebih tepat waktu. Kalau molor, waktu belajarnya tinggal sebentar. Padahal kita sudah mendatangkan pemateri dari luar PALI, masa waktu belajarnya jadi sebentar, kan sayang,” tukasnya.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) PALI A Gani Akhmad SH mengatakan, pelatihan ini untuk menumbuh kembangkan kemampuan usaha. Jadi, dibutuhkan kreativitas, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.
“Selama ini banyak waktu yang sia-sia dan tidak dimanfaatkan untuk berkreasi. Makanya, diharapkan dengan adanya pelatihan ini, waktu yang sia-sia bisa dimanfaatkan menambah penghasilan,” tandasnya. (lur)

















