JOGJA, fornews.co — Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi membuka Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat DIY, yang digelar selama dua hari pada Jum’at–Sabtu, 22–23 November 2025.
Ajang kompetisi pendidikan terbesar Muhammadiyah di DIY itu diikuti 1.681 peserta, terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa sekolah serta madrasah Muhammadiyah dari seluruh jenjang pendidikan. Para peserta merupakan juara hasil seleksi di tingkat daerah.
Pelaksanaan OlympicAD tahun ini dipusatkan di lima lokasi, yaitu Universitas Ahmad Dahlan Kampus 1B, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., menegaskan bahwa OlympicAD bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan bagian dari tradisi panjang Muhammadiyah dalam membangun peradaban pendidikan.
“Sejak era 1925-an, kompetisi yang dulu dikenal sebagai Congres Moerid telah menjadi ruang silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi,” ujarnya.
Achmad menekankan bahwa nilai kejujuran, sportivitas, dan etos perjuangan harus menjadi pondasi para peserta dalam berkompetisi. “Semangat berkompetisi yang berdasarkan nilai-nilai perjuangan harus menjadi motivasi tersendiri. Nilai etika kejujuran dan sportivitas penting demi membangun persaingan yang sehat,” katanya.
Penyelenggaraan OlympicAD 2025 juga menjadi langkah strategis untuk menyiapkan kafilah DIY yang akan berlaga pada OlympicAD Nasional 2026 di Makassar. Achmad berharap proses pembinaan dapat dilakukan secara menyeluruh agar kontingen DIY mampu tampil optimal.
“Yang berprestasi bukan hanya mereka yang menjadi juara, tetapi mereka yang berani berkompetisi,” imbuhnya.
Melalui OlympicAD DIY 2025, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY berharap kegiatan ini menjadi wadah penyemaian potensi generasi muda Muhammadiyah agar tumbuh menjadi insan yang unggul, berkarakter, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi persyarikatan dan bangsa.

















