YOGYAKARTA, fornews.co–Mengaku ditunggu oleh kakaknya di Surabaya dua bocah warga Palu, Sulawesi Tengah, pergi tanpa pamit dari pondok tempat pengungsiannya Omah Ngaji Nusantara di Sunten, Jomblangan, Banguntapan, Yogyakarta.
Karena sudah tidak punya bekal, Kefin Fedian (15 tahun) warga Jalan Poros Palu Paloloh RT.03 RW.05 Palu, Sulawesi Tengah, dan temannya Syarif, sempat mendatangi kantor Kepolisian Sub Sektor Giwangan Yogyakarta, Sabtu (16/2/2019) sore.
Baca: Akhirnya Kedua Santri Sampai di Makasar
Tidak diketahui keberadaan kedua santri tersebut, pihak pengasuh Omah Ngaji, Hendro Hartono, mengunggah berita kehilangan anak di sosial media.

“Berita anak hilang, telah pergi meninggalkan asrama Omah Ngaji atas nama Kefin dan Syarif. Keduanya baru di Jogja, korban bencana Palu yang sekarang menjadi santri di Omah Ngaji, Sunten Banguntapan. Pergi dari asrama Omah Ngaji kemarin Sabtu jam 2 sampai hari ini belum kembali dan belum ketemu. Mohon bagi yang mengetahui dan atau menemukan bisa hubungi kang Rosyid 085641125788.”
Selang beberapa hari, bermaksud agar tidak terjadi kesimpangsiuran, Hendro memperbaharui status kehilangan anak yang sebelumnya diunggah di ICJ.
Kepada masyarakat, di sosial media, dirinya menjelaskan bahwa kepergian Syarif dan Kefin dari asrama Omah Ngaji ternyata berkeinginan pulang ke Palu.
Assalamu’alaikum, selamat pagi.
Kami dari Omah Ngaji memberikan update terbaru terkait anak kami yang kemarin kami kabarkan pergi meninggalkan asrama. Santri atas nama Syarif dan Kefin, yang meninggalkan asrama Omah Ngaji ternyata berkeinginan pulang ke Palu. Hari sabtu mereka ke terninal giwangan diantar ojek, kemudian ditolong oleh pihak² terkait (DLLAJ dan Polisi) untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Mereka mengaku kepada pihak terkait bahwa mereka ditunggu kakak nya di Surabaya dan tidak bilang kalau mereka santri Omah Ngaji. Demikian update informasi dari kami, terima kasih atas atensi dan perhatian Bapak Ibu semua. Semoga mereka selamat sampai tujuan dan mendapatkan apa yang dicita-citakan.
Mengetahui kedua anak tersebut pergi dalam perjalanan ke Surabaya, sejumlah netizen di facebook prihatin dan terharu.

Sebelumnya di Grup yang sama juga ada yang membagikan unggahan meminta bantuan kepada netizen.
*Edisi bantu Saudara*
Mohon perhatian nya sebentar,saya minta tolong di share di grup nasional manapun, …keponakan saya hilang yg bernama Bintang khafaf soerachman, usia 13 tahun.. dia sedang masa pesantren di daerah dusun jumeneng, sleman jogjakarta. Hilang sejak pukul 8 malam ba’da isya. Terakhir denger kabar di terminal maguo dekat bandara daerah Jogja. Saya mohon dengan sangat bantuan pantauan nya dari keluarga yaci se Indonesia.. kalo ada yg melihat anak ini bisa langsung telp ibu nya Raden suryatini ( 0821 1448 2322 ). Sekali lagi mohon pantauan nya,tolong di sebar di grup nasional. Kami sekeluarga khawatir sekali.. terima kasih sebelumnya.

(Adam)

















