PALEMBANG, fornews.co – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono melontarkan pernyataan pedas terkait proyek Jembatan Musi IV di Palembang.
Berdasarkan hasil peninjauan ke Palembang, Kamis (19/4), menurutnya pembangunan infrastruktur yang diproyeksi untuk mendukung suksesnya Asian Games ke-18 itu menyalahi aturan yang semestinya.
“Ini merupakan proyek yang ngawur. Kalau dilihat dari kondisi jembatannya, itu ketinggian antara permukaan dengan jembatan sangat rendah dan berbeda dengan aturan yang semestinya yakni setinggi 40 meter,” kata Bambang, Kamis (19/4).
“Karena itu, kami minta proyek ini dihentikan, atau jika tidak kami minta agar jembatan ini ditinggikan kembali,” imbuhnya.
Menurut Bambang, Palembang masih mengandalkan transportasi sungai sebagai jalur perekonomian. Dengan tidak standarnya ketinggian jembatan itu praktis bisa menghambat roda perekonomian di Palembang.
Menurutnya, persoalan ini lantaran ego sektoran dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) yang tanpa memikirkan pada sektor lainnya. “Kami akan panggil KemenPU ini jangan sampai proyek yang ada dibuat main-main,” tegas dia.
Kepala Dinas Navigasi Klas I Palembang, Supardi menjelaskan, di dalam Undang-Undang ketinggian permukaan air dengan jembatan harus setinggi 40 meter.
Kemudian kata dia, untuk ketinggian antara permukaan air dan jembatan minimal sekitar 20 meter sehingga dapat dilalui kapal.
“Saat ini ketinggian hanya sekitar 15 meter, ini pun kondisi air sedang surut, apalagi kalau air sedang pasang. Kami harap nantinya akan ada solusi terbaik untuk mengatasi persoalan ini,” ungkap Supardi.
Tidak standarnya ketinggian Jembatan Musi IV itu bukan atas dasar pengamatan semata, Supardi bahkan mencontohkan, kapal milik KSOP terpaksa menurunkan antenanya ketika melewati bawah Jembatan Musi IV, berbeda saat melintas di bawah Jembatan Ampera. Karena itulah, pihaknya belum berani untuk memasang alat navigasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan dan Jembatan Musi IV BBPJN, Suwarno secara terpisah membantah hal tersebut. Bahkan Suwarno menegaskan, pembangunan jembatan Musi IV ini akan terus berjalan. Karena, semuanya sudah dibahas oleh semua pihak, termasuk DPR RI.
“Apa yang kami kerjakan tidak ada yang ngawur dan kami pastikan kebenaran data dan pengerjaannya,” kata Suwarno.
Menurutnya, ketinggian jembatan Musi IV antara permukaan air sungai dengan kontruksi yakni mencapai 13,50 meter, sedangkan ketinggian permukaan air sungai ke jembatan Ampera hanya 11,25 meter.
“Artinya Jembatan Musi IV lebih tinggi 2 meter dibandingkan Jembatan Ampera. Kondisi ketinggian ini dihitung saat air sedang pasang tertinggi. Jadi kami pastikan proyek ini sesuai dan kami bekerja tidak pernah ngawur,” katanya.
Ditambahkan, pihaknya juga telah meminta izin ke navigasi bahwa selama proses konstruksi Musi IV ketinggian akan sama dengan Ampera. Tetapi, setelah konstruksi selesai maka dipastikan akan lebih tinggi dari jembatan Ampera.
“Mungkin ada kesalahpahaman dalam surat izin tersebut. Karena itu saya meminta untuk memahami dulu isi surat tersebut,” tandasnya. (bas)
NM Memasuki Usia 15 Tahun, Kembali Meneguhkan Diri sebagai Rumah Berpikir
JOGJA, fornews.co – Lima belas tahun bukan sebatas penanda usia bagi Nahdlatul Muhammadiyyin (NM). Di tengah perubahan zaman dan dinamika...
Read more
















