PALEMBANG, fornews.co – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setyadi akan segera menurunkan tim ke Palembang guna meninjau langsung kondisi Terminal Karya Jaya yang diusulkan Gubernur Sumsel untuk menjadi terminal terpadu.
“Kita menyambut baik dan mendukung apa yang menjadi keinginan Gubernur Sumsel untuk menjadikan Terminal Karya Jaya sebagai terminal multimoda. Bahkan kita akan menyamakan persepsi terkait hal ini. Apalagi Terminal Karya Jaya itu sangat bagus,” ujar Budi pada virtual meeting dengan Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis (17/09).
Menurut Budi, pihaknya akan segera menyusun kesiapan Terminal Karya Jaya untuk menjadi terminal multimoda. Karena presentasi terkait konsep terminal Tipe A ini sudah ditunggu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
“Rencana saya mau kerja cepat. Karena minggu depan pak Menteri mau minta presentasinya, hari Sabtu (19/09) saya akan menurunkan tim saya bersama Dirjen Kereta Api ke Palembang,” katanya.
Budi menyatakan, dalam penyusunan konsep nanti akan dikaji secara spesifik sehingga ketika dibangun terminal terpadu itu dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita akan mendukung apa yang menjadi konsep terminal multimoda tapi butuh kajian spesifik karena jangan sampai ketika dibangun pemanfaatannya tidak maksimal. Prinsipnya kita siap dan kerja cepat untuk merealisasikan terminal multimoda ini,” tukasnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi respons cepat Kementerian Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Darat. HD sangat berharap apa yang dilakukan ini segera terealisasi.
“Terima kasih atas atensi yang luar biasa ini. Kami akan persiapkan untuk menerima tim dari Jakarta. Saya juga persilakan kepada seluruh pejabat yang terkait agar mendampingi ketika paparan ke Menhub. Atas nama Pemprov Sumsel saya ucapkan terima kasih karena respons cepat ini, semoga apa yang kita rencakan ini dapat berjalan lancar,” ujar HD.
HD mengatakan, salah satu manfaat ditingkatkannya Terminal Karya Jaya sebagai terminal terpadu adalah mengurangi aktivitas bongkar muat di dalam Kota Palembang.
“Untuk (bongkar muat) barang sudah tidak mungkin di dalam kota. Ke depan untuk bongkar muat batasnya di Terminal Karya Jaya, apakah itu komoditas pertanian atupun pertambangan namun tidak di dalam kota,” tegas HD. (ije)

















