MAKKAH, fornews.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penempatan jamaah haji Indonesia tetap mengacu pada sistem zonasi di Makkah. Termasuk untuk 10.000 kuota tambahan yang diberikan Raja Salman kepada Presiden Joko Widodo.
Hal ini menurut Lukman, telah disepakati dalam rapat koordinasi bersama tim penyedia layanan dan KUH tentang kesiapan penyediaan layanan haji di Arab Saudi, termasuk untuk 10 ribu kuota tambahan.
Pada rapat di Wisma Haji, Makkah, Senin (29/04), Lukman didampingi dua menteri lainnya, yakni Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani Menteri Kesehatan Nilla F Moeloek.
Selain itu, turut hadir Dubes RI di Saudi, Agus Maftuh, Konjen RI di Jeddah, Muhammad Hery Saripudin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali beserta jajarannya, tim Kemenkes, serta Konsul Haji KJRI, Endang Jumali dan jajaran Kantor Urusan Haji (KUH).
Menurut Lukman, kebijakan tersebut karena ingin menjaga kualitas pelayanan terhadap para jamaah. “Kita tetap fokus pada layanan, walaupun ada penambahan kuota 10.000. Ini penting, agar tidak terjadi penurunan kualitas layanan kepada jamaah,” kata Lukman di Makkah, dikutip fornews.co dari laman Kemenag RI.
Lukman menjelaskan, para jamaah akan dikelompokkan zonasinya berdasarkan embarkasi yang berjumlah 7 zona. Yakni, Zona Syisyah; Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG), Raudhah; Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG), Misfalah;Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS), Jarwal; Embarkasi Solo (SOC), Mahbas Jin; Embarkasi Surabaya (SUB), Rei Bakhsy; Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan, Aziziah; Embarkasi Lombok (LOP).
“Layanan katering dan transportasi bus salawat di Makkah juga mengacu pada ketetapan awal, hanya jumlahnya disesuaikan dengan adanya penambahan kuota,” tuturnya.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar menuturkan, sejauh ini persiapan layanan di Makkah sudah hampir final, baik akomodasi, katering, maupun transportasi.
“Total layanan di Makkah sudah 95% siap, termasuk dengan kuota tambahan. Untuk layanan di Madinah, masih proses akhir untuk yang penambahan kuota,” ungkapnya.
Selepas rakor, Menko PMK, Menag, dan Menkes bersama tim penyedia layanan dan KUH meninjau kesiapan dan kualitas hotel yang akan ditempati jamaah haji Indonesia.(bas)

















