
MUARABELITI, fornews.co-Mencuatnya informasi adanya keinginan sejumlah warga Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) untuk bergabung di wilayah Kabupaten PALI ternyata hanya bohong belaka (Hoax). Disinyalir isu sengaja dihembuskan oknum tertentu dengan nuansa politis.
Kepala Desa (Kades) Bumi Makmur Sugiarto, bersama Ketua BPD Bumi Makmur Gerwanto, dan tokoh masyarakat Mukrim menegaskan, apa yang beredar selama ini suatu pembohongan publik. Karena tidak benar fakta yang diterangkan. “Kami bingung, katanya beredar isu masyarakat kami ingin pindah ke PALI. Yang kami pertanyakan masyarakat kami (Bumi Makmur) yang mana, sebab kami aman-aman saja. Desa kami kondusif, aktifitas lancar bahkan kami sedang penuh semangat membangun dan menikmati hasil pembangunan sentuhan dari Pemkab Mura,”tegas Kades Bumi Makmur, Sugiarto, Kamis (06/07).
Menurutnya, informasi yang disebarkan itu hanya isu yang dihembuskan oleh segelintir orang mengatasnamakan masyarakat Desa Bumi Makmur. Karena ada kepentingan, atau memang dimanfaatkan untuk keperluan politik. Apalagi, sekarang sudah mau memasuki tahun politik menuju pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 dan pemilihan legislatif (pileg) tahun 2019. “Masyarakat Bumi Makmur sangat kompak dan saya pertegas lagi kini sedang dalam penuh semangat. Ini tidak lain berkat peran pemerintah daerah yang sudah sangat besar dan memang jelas-jelas dirasakan masyarakat kami,” ujarnya.
Gerwanto menjelaskan, peran dan kerja keras Pemkab Mura saat ini tidak kenal lelah memperjuangkan lahan masyarakat. Dimana status hutan kawasan tidak lama lagi akan berubah menjadi areal penggunaan lain yang sudah sangat dinanti-natikan masyarakat. Perjuangan ini tidak mudah, tidak sembarang orang bisa dan mau. Pemkab Mura dan seluruh komponen lainnya berjuang keras.
“Sebagai aparatur pemerintah desa, sejak 2009 sampai sekarang perkembangan Desa Bumi Makmur sudah sangat luar biasa. Mulai dari listrik tidak ada kini sudah menerangi desa. Kemudian masalah Ponpes yang awalnya diisukan ilegal kemudian dibantu hingga mendapatkan rekomendasi Depag dan perizinan lainnya,” jelasnya.
Selain itu, terangnya, untuk dunia pendidikan di Bumi Makmur juga luar biasa. Untuk siswanya, dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 cukup banyak hingga menerima dua kelas, ini didukung dengan infrastruktur yang memadai dan jelas ini peran serta sentuhan langsung dari Pemkab Mura.
Di dusun 6 juga sudah berkembang dengan adanya SD definitif. Pendirian TK dimana izin operasionalnya sejak 2009 dan dihibahkan tahun 2013 menggunakan gedung SD lokal jauh. Sekarang sudah menjadi gedung TK yang lebih kondusif.
“Ini hanya sebagian kecil contoh saja, kalau mau disebutkan secara gamblang tidak akan selesai dalam satu atau dua jam bahkan seharian sangking banyaknya. Makanya saya ingin memperjelas tidak ada isu masyarakat Bumi Makmur yang minta pindah ke daerah lain apalagi daerah tersebut adalah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masih berjuang membangun daerahnya dengan anggaran yang belum maksimal,” terangnya.
Dia menambahkan, isu ini jelas dihembuskan sebagai isu politik oleh kelompok tertentu. Dan kami tegaskan Bumi Makmur sangat kondusif sama sekali tidak ada masalah apalagi rebut-ribut mau pindah ke daerah sebelah.
Sementara, Camat Muara Lakiran Freewan Novio mengatakan, Desa Bumi Makmur sepenuhnya kondusif. Mereka sepenuhnya mendukung semua program Pemkab Mura dan mengapresiasi atas semua peran, perhatian dan pembangunan yang sudah dilaksanakan di daerah tersebut. Terlebih satu yang membuat masyarakat lega yakni mengenai perjuangan status hutan kawasan menjadi areal penggunaan lain yang diperjuangkan Pemkab Mura yang hampir berhasil.
“Insya Allah semuanya kondusif karena memang tidak ada isu tersebut. Hanya isu yang dihembuskan oknum dan Alhamdulillah masyarakat menyadarinya,” pungkasnya.(eky)

















