LAHAT, fornews.co – Simpati kepada warga di Kabupaten Lahat yang menjadi korban bencana banjir bandang pada Kamis (9/3/2023) pekan lalu, terus berdatangan dari berbagai pihak.
Salah satu simpati itu datang dari PT Jawa Internet Indonesia (Jawa Eye), yang ikut mendonasikan sebesar 2000 USD atau sekitar Rp30 juta untuk warga yang terdampak banjir tersebut.
Donasi berupa bahan makanan dari Jawa Eye itu secara simbolis diserahkan Ketua Tim Penyalur Donasi Kemanusiaan Jawa Eye, Amril ST SH MH dan didampingi Koordinator Jawa Eye Palembang, Kusworo, kepada Sekda Kabupaten Lahat, Chandra SH MH, di halaman Kantor Pemkab Lahat, Rabu (15/3/2023).
Menurut Chandra, pihaknya menguncapkanterima kasih kepada Jawa Eye yang memberi donasi untuk masyarakat Kabupaten Lahat yang terdampak banjir bandang.
“Insyaallah bantuan ini akan mendapatkan berkah dan merupakan amal jariah bagi Jawa Eye, semakin maju, serta ada bantuan lain lagi dari Jawa Eye,” ujar dia.
Saat ini, ungkap Chandra, karena adanya bantuan-bantuan yang datang dari luar Kabupaten Lahat yang cukup banyak, maka bantuan di pusatkan di Posko Terpadu di Koramil Lahat.
“Sama seperti yang diberikan Jawa Eye ini, juga akan diserahkan ke Posko Terpadu. Nanti seluruh TNI lah yang membagikan sesuai dengan permintaan kecamatan yang terdampak. Insyaallaah tidak ada lagi kecamatan yang mengeluh bahwa tidak dapat bantuan,” ungkap dia.
Sementara, Ketua Tim Penyalur Donasi Kemanusiaan Jawa Eye, Amril ST SH MH menjelaskan, donasi ini bentuk dari rasa empati dari Jawa Eye terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Lahat.
“Saat kami berdiskusi dengan Mr Lennart (Manajer Pengembangan PT Jawa Internet Indonesia), beliau langsung menyatakan ingin memberikan bantuan untuk warga Lahat yang menjadi korban banjir,” jelas dia, Rabu (15/3/2023).
Kemudian, Amrin melanjutkan, Mr Lennart langsung mengucurkan 2000 USD atau sekitar Rp30 juta yang dibelikan bahan makanan untuk warga korban banjir tersebut.
“Bantuan ini kita bagi dua, sebagian diserahkan ke Posko Terpadu di Koramil Lahat. Sebagian lagi kita bagikan langsung ke Desa Keban Agung, Mulak Sebingkai yang dari informasi menjadi desa yang terdampaknya paling parah,” kata pengaca muda itu.
Koordinator Jawa Eye Palembang, Kusworo menambahkan, secara singkat Jawa Eye ini sudah bekerja di industri film dan televisi selama bertahun-tahun dan memiliki banyak pengalaman dan koneksi sosial. Dalam rantai industri film, Jawa Eye dapat memberikan solusi yang dapat dijalankan untuk Anda selama itu merupakan persyaratan yang sah.
“Keunggulan JAWA EYE adalah transparansi dan kejelasan. Melalui perhitungan oleh tim actual dan risiko kami, kami telah membongkar seluruh struktur pasar dan menghitung biaya dan pendapatan yang diharapkan dari seluruh ekosistem, mulai dari pra-produksi hingga peluncuran teater jangka menengah, peluncuran platform streaming, pemasaran dan distribusi hingga box office akhir dividen,” tandas dia. (aha)
















