PALEMBANG, fornews.co-DPRD Sumsel meminta pihak Pertamina Gas (Pertagas) dan PLN untuk menyetop semua kegiatan penggalian tanah untuk pemasangan pipa yang berada jalan Kota Palembang.
“Permintaan penghentian proyek galian Pertagas, PDAM dan PLN karena kondisi bekas galian pipa tak kembali ditutup seperti sebelumnya sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Anita Noeringhati, senin (26/02).
Menurut Anita, seharusnya kalau ingin melakukan penggalian dikoordonasikan terlebih dulu dan jangan asal menggali. Seperti di depan Gedung DPRD Sumsel, yang merupakan sentral dari kota Palembang.
“Kalaupun di kembalikan, jangan juga asal jadi. Karena banyak warga yang mulai komplain ke DPRD. Sama halnya dengan pengerjaan pipa pertagas di jalan Noerdin Pandji yang sebelumnya sempat di hentikan Dinas PU BM,” ujarnya.
Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan, pihak Pertagas jangan hanya memikirkan profit oriented saja. Tapi pikirkan juga bagaimana perbaikan insfrastruktur dan kepentingan masyarakat harus diutamakan.
“Proyek pertagas merupakan proyek penanaman pipa dari Conoco Philip untuk PT Pusri. Mereka inikan hanya memikirkan profit oriented saja. Lagi pula Pusri selama ini tidak ada kontribusi untuk Sumsel, padahal Pusri berlokasi di Sumsel,” ungkapnya.
Jadi, tegas Anita, kalau tidak sesuai dengan izin teknis, sebaiknya pengerjaan Pertagas itu disetop dulu. “Pipa Pertagas inikan dari Conoco Philip ke Pusri. Kemudian Pusri itu untuk siapa, dibangun di tanah Sumsel tapi untuk kepentingan luar Sumsel. Kalau Pusri nggak ada kontribusi, pindah saja sana diluar Sumsel,” tandasnya. (tul)

















