KAYUAGUNG, fornews.co – Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI), Budi Karya Sumadi beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Basuki Hadimuljono memantau progres pengerjaan dan kesiapan Tol Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA) di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (11/05) siang.
Kedua menteri ingin memastikan kesiapan ruas jalan tol yang direncanakan ruas akan difungsionalkan pada musim mudik lebaran 2019 nanti.
Basuki Hadimuljono mengatakan, secara umum kondisi pengerjaan jalan tol dari Lampung hingga ke Palembang tidak menemui kendala berarti. Hanya saja memang belum bisa langsung dioperasionalkan secara penuh. Hal ini mengingat pengerjaan sebagian ruas tol masih dalam proses pengerjaan.
“Untuk ruas tol Pematang Panggang-Kayuagung ini ditarget selesai akhir Juli 2019, hanya saja saat ini masih dalam proses. Kami memastikan untuk arus mudik dan balik lebaran ini akan difungsionalkan,” kata Basuki.
Menurutnya, untuk ruas tol Kayuagung – Palembang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyelesaiannya mencapai 100 persen, karena dari PT Waskita Karya menargetkan penyelesaian pada Oktober 2019.
“Ruas tol ini (PPKA-Palembang) akan difungsionalkan, berbeda dengan beberapa tol di Lampung yang dioperasionalkan karena progresnya sudah rampung. Untuk Terbanggi Besar hingga ke Pematang Panggang itu statusnya fungsional, tapi rasanya operasional,” jelasnya.
Untuk tol PPKA ini sendiri, rencananya akan mulai difungsionalkan H-7 lebaran atau pada 30 Mei nanti.
“Ruas tol dari Terbanggi Besar dibuka empat jalur. Hanya saja di Kayuagung hanya dibuka satu jalur. Jika terjadi kemacetan, kita sudah ada koordinasi dengan Kakorlantas,” jelasnya.
“Untuk kondisi jalan sendiri, tadi sudah dilaporkan bahwa sebagian masih agregat. Hanya saja tadi saya mendengar bahwa ada jaminan jalan tol ini tidak berdebu,” lanjutnya.
Ditambahkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi bahwa, dengan adanya ruas tol ini akan membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan.
“Dengan adanya tol ini tentu akan membantu memangkas waktu tempuh,” ujarnya.
“Biasanya dari Lampung ke Palembang butuh waktu sekitar 12 jam, kini bisa ditempuh dengan waktu 7 jam saat tol difungsionalkan. Jika sudah dioperasionalkan, maka bisa lebih cepat lagi yakni sekitar 4 jam saja,” tambahnya.
Dijelaskannya, meski masih fungsional, namun pihaknya akan berkoordinasi dengan Kakorlantas untuk bisa mengkordinasi kesiapan tol ini.
“Luar biasa jadi persiapannya, saya minta ke Kakorlantas untuk bisa membantu menyiapkan pengoperasian tol ini. Nantinya akan dioperasikan jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Sementara masih dibatasi mengingat belum lengkapnya sarana dan prasarana seperti lampu jalan dan sarana keamanan lainnya,” jelasnya.
Terkait hal ini menurutnya masih ada kemungkinan perubahan misalnya usai sahur ruas jalan tol ini dibuka. Namun pihaknya berharap akan diberikan pengawalan di ruas jalan tol tersebut untuk memastikan pengemudi aman selama melintas ruas jalan tol tersebut.
Tidak hanya meninjau kondisi jalan, pihaknya juga memastikan kesiapan rest area di sepanjang ruas tol. Diakuinya, berdasarkan laporan dari kontraktor, ada sekitar 7 rest area di sepanjang ruas jalan tol Lampung-Palembang.
“Rest area ini, nantinya bersifat temporary, dilengkapi juga dengan sarana pendukung lain,” tukasnya. (rif)

















