BATURAJA, fornews.co – Warga Dusun 6, Desa Seleman, Kecamatan Semidangaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hinggi kini belum menikmati terangnya pembangkit listrik dari PLN.
Berdasarkan informasi yang dihimpun fornews.co, kawasan yang berpenduduk sekitar 43 kepala keluarga (KK) tersebut bahkan sejak Indonesia yang telah menginjak usia 74 tahun, masih bergantung dengan penerangan genset yang sangat terbatas.
Kepala Dusun Dusun 6, Kadeni menuturkan, dari tahun 1997 Dusun 6 sudah terbentuk, selama itu 43 kepala keluarga hanya bergantung dengan genset milik Desa untuk pasokan listrik, itupun hanya bisa dinikmati dari pukul 18.30 WIB hingga pukul 00.00 WIB.
“Untuk mendapat jaringan listrik (genset) dari Desa, kami dikenakan biaya Rp100.000 perbulan, itupun listriknya hanya sebatas lampu dan televisi kalaupun ada warga yang memiliki televisi. Selebihnya tidak bisa dan juga tidak akan keangkat oleh gensetnya,” kata Kadeni, Kamis (04/04)

Menurutnya, sudah berulang kali menyampaikan usulan agar wilayahnya mendapat pasokan listrik dari perusahaan milik negara (PLN). Namun, hingga saat ini, usulan tersebut belum kunjung terealisasi.
Jika warga ingin bersinggungan dengan elektronik, warga dusun ini harus menempun jarak 7 km untuk sampai ke desa terdekat. Oleh karenanya, kehadiran pasokan listrik (PLN) sangat diharapkan untuk meringankan beban masyarakat.(gus)
















