PALEMBANG, Fornews.co – Organisasi Lingkar Hijau menyebutkan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan tahun 2019 terdapat enam perusahaan pemasok biodiesel melakukan pembakaran hutan saat membuka lahan. Total lahan yang terbakar yakni seluas 14 ribu hektare.
Demikian terungkap dalam diskusi Outlook Series Jurnalis AJI Palembang 2021, Selasa (29/12).
Sedangkan untuk tahun 2020, pihaknya melakukan monitoring dan mendapati adanya pembukaan lahan gambut seluas ratusan hektare. Selain itu, adanya juga yang terjadi konflik hingga menyebabkan dua korban jiwa.
Dengan kondisi ini, maka bahan baku biodiesel ini masih berasal dari perkebunan sawit yang melanggar NPDE. Selain itu, Kementrian belum transparan menunjukkan perusahaan pemasok biodiesel. Serta, belum melibatkan masyarakat sipil dalam mengawal isu terkait sawit berkelanjutan.
Tak hanya itu, perusahaan distributor biodiesel juga belum memilikimu Kebijakan Lingkungan Hidup khususnya NDPE dalam program biodiesel sehingga membuat tujuan dari biodiesel untuk mendukung penurunan emisi dari GRK sulit tercapai. Bahkan, berpotensi menambah jumlah emisi GRK di Indonesia.
“Kami juga meminta agar perusahaan pemasukan juga harus berkomitmen dan memiliki kebijakan NDPE,” Katanya.
Dia menambah, pihaknya pun kini telah memberikan empat rekomendasi untuk biodiesel bersih. Salah satunya yakni penegak hukum harus tegas dan tidak tebang pilih dalam menegakan hukum terkait kejahatan lingkungan hidup dan HA.
“Kami juga meminta agar kementrian melibatkan organisasi masyarakat sipil khususnya petani dalam membuat kebijakan terkait biodiesel,” tutupnya. (lim)

















