PALEMBANG, fornews.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan (Sumsel) berkomitmen mengambil peran lebih kuat dan nyata menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah meningkatnya tantangan sosial, politik, dan kebangsaan di Sumatera Selatan.
Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, SH, MH menyatakan, bahwa untuk mengambil peran yang lebih kuat dan nyata, pihaknya telah memperluas sayap-sayap perjuangan melalui pengukuhan DPD PGK kabupaten/kota.
“Melalui refleksi akhir tahun 2025, PGK Sumsel sudah memperluas sayap-sayap perjuangan melalui pengukuhan DPD PGK kabupaten/kota antara lain, Kabupaten OKI, Kabupaten Lahat, Kabupaten PALI dan Kabupaten Banyuasin,” ujar dia lewat keterangan resminya, Sabtu (27/12/2025).
“Insya Allah dalam waktu dekat tanggal 7 Januari 2026, kita akan mengukuhkan kepengurusan Kabupaten Muba dan tanggal 10 Kabupaten Ogan ilir,” imbuh dia.
Firdaus mengatakan, bahwa bagi PGK Sumsel, konsolidasi organisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. Penguatan struktur kepengurusan, disiplin organisasi, dan kesamaan arah gerakan menjadi fokus utama untuk memastikan PGK hadir sebagai organisasi yang solid, berdaya, dan berpengaruh.
“Tahun 2025 menjadi fase penting bagi PGK Sumsel menjadi momentum untuk menata kekuatan internal demi menghadapi dinamika nasional yang semakin kompleks,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD PALI itu
Legislator Demokrat itu mengungkapkan, bahwa selama tahun 2025, PGK Sumsel juga secara kritis menyoroti berbagai isu kebangsaan krusial, mulai dari melemahnya semangat persatuan, meningkatnya polarisasi politik, ancaman terhadap nilai Pancasila, hingga ketimpangan sosial dan ekonomi yang berpotensi memicu konflik horizontal.
“Kami melihat ada kecenderungan pragmatisme politik dan menurunnya etika kebangsaan. PGK hadir untuk mengingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuasaan, tetapi oleh nilai dan keberanian moral,” ungkap dia.
Menatap tahun 2026, terang Firdaus, PGK Sumsel ingin terus menegaskan peran strategisnya sebagai kekuatan moral dan gerakan kebangsaan yang independen, kritis, dan solutif.
Berikutnya, sambung dia, bahwa PGK juga akan memperkuat fungsi sebagai ruang konsolidasi elemen masyarakat, pusat edukasi kebangsaan, serta mitra strategis yang berani memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan publik yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
“PGK tidak akan menjadi penonton. Tahun depan kami akan lebih aktif, lebih vokal, dan lebih terukur dalam menjalankan gerakan kebangsaan. Kepentingan bangsa dan keutuhan NKRI harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun politik sesaat,” terang dia .
Firdaus pin mengingatkan, PGK Sumsel selalu mengajak seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan untuk memperkuat persatuan, menolak politik adu domba, serta bersama-sama menjaga Indonesia tetap berada di jalur kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. (aha)

















