KAYUAGUNG, fornews.co – Keterbatasan fisik yang ada pada dirinya tak membuat Fitriani, atlet disabilitas asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hal tersebut justru menjadi pemicu dirinya untuk terus melakukan yang terbaik untuk daerah, bahkan untuk bangsa ini.
Fitriani memang termasuk dalam ratusan aset terbaik yang ada di Bumi Bende Seguguk khususnya di bidang olahraga. Prestasi yang ia raih di tengah keterbatasan yang ada padanya membuat atlet bulutangkis ini menarik perhatian.
Semangat juang yang selalu ia pegang membuahkan hasil prestasi yang cukup membanggakan untuk Kabupaten OKI. Di mana, pada Pekan Paralimpik Provinsi (Perpaprov) Sumatera Selatan yang digelar di Kota Prabumulih beberapa waktu lalu Fitriani berhasil mendulang medali emas dari cabang olahraga badminton tunggal putri dan ganda putri.
Namun, prestasi yang ia capai tersebut tak membuat dirinya berpuas diri begitu saja. Ia kini mengincar prestasi yang lebih tinggi yaitu di tingkat nasional bahkan lebih.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dari semua pihak dan latihan yang tekun bisa meraih ini,” kata Fitriani usai menerim penghargaan atas prestasi yang dia raih di Kayuagung, Selasa (28/01).
Dalam kesempatan tersebut, Fitriani berhasil mendapatkan bonus sebesar Rp15 juta dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI. Terkait uang bonus ini, ia sendiri mengaku belum memastikan uang tersebut akan digunakan untuk keperluan apa.
“Belum kepikiran, yang jelas ini disimpan dulu. Sekarang persiapan untuk ajang Pekan Paralimpik tingkat Nasional,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan matang untuk mengikuti even besar ini perlu dilakukan karena mengingat pada Peparprov lalu persiapan yang dilakukan cukup minim. “Pemusatan latihan cuma beberapa hari. Kebanyakan latihan di rumah,” katanya mengungkapkan.
“Semoga pada tingkat Nasional nanti bisa memberikan yang terbaik. Mohon doa dan dukungannya,” tandasnya.
Bupati OKI melalui Asisten III Setda OKI, H M Lubis menuturkan, pemberian bonus ini sendiri merupakan salah satu penghargaan dan perhatian pemerintah terhadap para atlet khususnya yang berprestasi. Ia berharap agar para atlet ini tidak cepat merasa puas dan terus semangat untuk berlatih dan memberikan yang terbaik.
“Dari sini kita lihat, disabilitas tidak menghambat untuk berprestasi. Apapun keahliannya, di bidang apapun itu, jadikan ini sebagai motivasi,” ujar Lubis.
Terkait pembinaan para atlet ini, tambah Lubis ke depan akan dikoordinasikan dengan lembaga yang seharusnya lebih berkompeten seperti KONI, NPC, PPDI, termasuk dengan Dispora. (rif)

















