SEKAYU, fornews.co – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Musi Banyuasin bersama-sama menuju Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (15/10). Menempuh empat jam perjalanan darat dari Kota Sekayu, tak dirasa demi turun ke lokasi untuk melihat langsung progres pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Setibanya di lokasi, Bupati Muba Dodi Reza Alex bersama Dandim 0401 Muba Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani dan Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melakukan patroli udara sebelum meninjau langsung proses pemadaman karhutla dengan membuat sekat kanal dan waterbombing menggunakan helikopter serta pemadaman lewat jalur darat.
Tidak hanya itu, Dodi juga akan mengerahkan seluruh Kecamatan dan Ponpes di Muba untuk melaksanakan salat istiska guna meminta turunnya hujan kepada Allah SWT, Jumat (18/10).
“Jumat nanti saya mengajak seluruh Kecamatan di Muba untuk meminta hujan dengan cara salat istiska di wilayah masing-masing. Upaya ini akan terus dilakukan sampai kemarau berakhir,” ujar Dodi.
Ia juga mengajak semua umat muslim di Muba khususnya yang akan melaksanakan salat istiska agar didahului puasa selama tiga hari. “Semoga nantinya Allah SWT mendengarkan permintaan umatnya di Muba untuk diturunkan hujan,” harapnya.
Dodi pun meminta maaf kepada warga Muba karena telah terdampak kabut asap dari karhutla di sejumlah wilayah di Sumsel. “Saya minta maaf khususnya dengan warga Muba, semoga ini tidak lagi berulang ke depannya,” ungkapnya.
Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) ini menambahkan, selama terjadi karhutla beberapa waktu belakangan ini tim pemadam karhutla yang terdiri dari Polri dan TNI beserta Pemkab Muba telah bekerja maksimal dan all out.
“Yang harus kita hindari adalah saling menyalahkan, sebab tim sudah berjibaku memadamkan karhutla,” tegasnya. (ije)

















