SEKAYU, fornews.co – Pasangan suami istri (pasutri) Sahuri dan Aday, yang merupakan pengrajin getah gambir Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terus bergelut dengan proses pembuatan getah gambir mulai dari memetik daun gambir hingga jadi getah, Jumat (10/9/2021).
pembuatan dan pengelolaan getah gambir ini merupakan pekerjaan secara turun temurun dilakukan warga desa, sejak tanaman ini mulai ditanam oleh Ginde Sugih. Sebagai salah satu daerah penghasil getah gambir terbesar di Indonesia dan merupakan produk ekspor, getah gambir sangat potensial untuk dikembangkan.
Selain digunakan sebagai bahan untuk nginang, getah gambir juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, obat obatan dan banyak lagi manfaatnya. Getah gambir yang menjadi populer ketika limbah pembuatan getah gambir dimanfaatkan sebagai pewarna alami kain tradisional khas Sumsel Jumputan.
Pemanfaatan limbah untuk pewarna alami kain Jumputan tidak sepopuler dan menguntungkan dengan kain Jumputan. Hanya sebagian kecil limbah ini dimanfaatkan untuk pewarna alami sementara produksi getah gambir hampir setiap hari berproduksi. Petani berharap getah gambir mereka dapat mendapatkan pasar yang pontensial.
Sahuri memetik daun gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Aday mengangkat daun gambir untuk direbus dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Daun gambir yang dipetik direbus dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Aday mengangkut daun yang usai direbus dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Suami istri Sahuri dan Aday mengiling daun gambir yang telah direbus dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Daun gambir digiling usai direbus dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Sahuri merebus kembali daun gambir yang sudah digiling dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Daun gambir usai direbus kembali di press dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Cairan hasil press di endapkan dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Getah yang telah diendapkan siap dicetak dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Getah gambir yang telah dicetak di bawah untuk dijemur dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)Getah gambir yang telah jadi dalam proses penjemuran dalam proses pengelolaan getah gambir di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Muba, Jumat (10/9/2021). (fornews.co/mushaful imam)
JOGJA, fornews.co -- Suasana berbeda terlihat di bantaran Sungai Winongo, tepatnya di ruang terbuka hijau Grojogan Tanjung, Patangpuluhan, Wirobrajan pada...