SEKAYU, fornews.co – Pasangan suami istri Edi Yanto dan Reni Marlina yang tinggal di Dusun 1 RT 8, Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin patut bersyukur karena tercover bantuan Pemkab Muba. Apalagi setelah keduanya mendapat anugerah bayi kembar tiga yang dilahirkan Reni di RSUD Sekayu pada 10 Mei 2020.
Reni merupakan seorang guru honorer di SD Negeri Bedeng Seng Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman. Sedangkan Edi sang suami bekerja sebagai buruh sadap karet yang berpenghasilan tidak tetap. Selain mengurus bayi kembar tiga, pasutri ini telah memiliki tiga anak di mana si sulung merupakan pelajar di SMK Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan dan 2 anak lainnya bersekolah di SMP Muhammadiyah.
“Ketiga bayi kembar kami diberi nama David Ramadhan, Dafa Alfarizi, dan Dani Ardafa. Ketiganya lahir dengan berat badan David 1,8 kg, Danu dan Dani beratnya 1,75 kg, Alhamdulillah semua kondisinya dalam keadaan sehat,” ujar Edi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Muba Ahmad Nasuhi menyebutkan, pasutri Edi dan Reni sudah mendapatkan rutin bantuan Pemkab Muba berupa Program Keluarga Harapan (PKH).
“Alhamdulillah sudah sejak lama warga kita pasutri Edi dan Reni ini sudah tercover bantuan PKH. Setidaknya bantuan itu bisa meringankan beban hidup mereka sehari-hari,” katanya.
Nasuhi merinci, Bantuan PKH yang sudah disalurkan yakni jumlah setiap pencairan Rp700 ribu dan pencairan tahun 2020 tahap 1 Rp1.300.000, Tahap 2 Rp. 1.100.000.
“Kemudian, pada April lalu mendapatkan Rp400 ribu dan Mei Rp400 ribu,” terangnya.
Tidak hanya itu, Nasuhi menambahkan, pasutri Edi dan Reni juga mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) rutin setiap bulannya. “Ditambah program sembako rutin tiap bulan lengkap dengan beras 10 kg, telor, kacang merah, kentang dan hewani/ikan asin yang nominalnya Rp200 ribu,” paparnya.
Camat Babat Toman Aswin membenarkan pasutri Edi dan Reni adalah warga yang saat ini berdomisili di Babat Toman meski KTP yang bersangkutan masih warga Batanghari Leko.
“Betul pasutri dimaksud melahirkan bayi kembar tiga yang semuanya sehat. Pasutri ini juga telah mendapatkan bantuan selma ini,” tuturnya.
“Staf Kecamatan juga sudah turun meninjau langsung dan sempat bertanya sama yang bersangkutan bahwa memang pak Edi Yanto sudah mendapatkan bantuan PKH dan BPNT tapi melalui Pemerintah Kecamatan BHL sesuai dengan alamat di KTP yang bersangkutan,” tambahnya. (ije)

















