PALEMBANG, fornews.co – Tahun 2020, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Sumatra Selatan ditargetkan membentuk tim vertical rescue.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Sumatra Selatan Beni Hernedi saat menghadiri pembubaran kepanitiaan panjat tebing Porprov Sumsel XII di Siber Work Space Palembang, Sabtu (28/12) malam. Menurutnya, sebagai atlet tak melulu berfokus pada olahraga. Akan tetapi juga harus peduli dengan lingkungan kemasyarakatan.
“Sebagai atlet jangan juga keasyikan olahraga, urusan lain diabaikan. Sebagai atlet panjat tebing, dengan kebisaan yang tidak banyak dikuasai orang kita harusnya terlibat dalam penanganan bencana khususnya yang memerlukan bantuan membantu vertical rescue. Ini bagian dari social responsibility FPTI,” ujar Beni.
Hal ini disampaikan Beni ketika melihat proses evakuasi korban bus Sriwijaya yang terjun ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter di Liku Lematang dari berbagai video yang beredar. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada tim SAR dan potensi SAR lainnya yang melakukan evakuasi korban, namun proses evakuasi tersebut dinilainya kurang tepat. Karena untuk mengevakuasi korban di kedalaman seperti itu membutuhkan teknik khusus yang disebut vertical rescue.
“Oleh karenanya, saya targetkan di tahun 2020 FPTI Sumsel punya tim vertical rescue. Sebab selain alam di Sumsel yang banyak berjurang, di kota-kota besar seperti Palembang sudah memiliki banyak gedung tinggi yang jika terjadi insiden membutuhkan vertical rescue,” tuturnya. (ije)

















