SEKAYU, fornews.co – Keunikan corak dan pewarna alami yang digunakan Gambo Muba menjadikan kain khas Musi Banyuasin ini menjadi perhatian di industri fashion.
Kerja keras Thia Yufada Dodi Reza dalam mempromosikan Gambo Muba tidak mudah. Barang yang tadinya dianggap biasa-biasa saja, tapi sekarang menjadi sangat luar biasa dan menjadi pilot project produk eco fashion di Indonesia.
Kali ini, Gambo Muba diperkenalkan Thia di Acara Virtual Fashion Show With Indonesia Young Designers and Talkshow Session on Jakarta Marketing Week 2020: The First OMNI Jakarta Marketing Week dengan tema “Cita Nusantara: Tradisi, Ekspresi, dan Masa Depan” yang diikuti dari Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Minggu (20/09). Seperti sebelum-sebelumnya, Gambo Muba kembali berhasil memukau peserta Virtual Fashion Show With Indonesia Young Designers and Talkshow Session on Jakarta Marketing Week 2020.
Inisiator Gambo Muba Thia Yufada Dodi Reza Alex mengatakan, Gambo Muba sebagai Eco Fashion mampu mengangkat ekonomi petani getah gambir karena dikerjakan oleh tangan-tangan terampil para ibu-ibu di desa, tepatnya di Desa Toman. Menurut Thia, pihaknya juga berencana akan membuat buku terkait tentang Gambo Muba dengan tujuan agar mendekatkan kaum muda sehingga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman mereka.
“Kami sudah sepakat dan berkomitmen akan membuat buku, karena kami yakin buku bisa membawa produk kami ke siapapun, boleh beli buku atau boleh pinjam buku. Kemudian, di sini kami juga mendekatkan kerajinan ini kepada kaum pemuda, dan kami juga akan memasukkan kerajinan menjemput ini di kurikulum sekolah tingkat SD, SMP di bawah binaan Dikbud Kabupaten Muba dalam muatab lokal prakarya. Namun untuk SMA di bawah dinas provinsi, kami masukkan di kurikulum ekstrakurikuler,” ujar Thia.
Thia menerangkan, dimasukkannya materi Gambo Muba ke pelajaran di sekolah untuk membantu agar kerajinan khas Muba ini tidak berhenti dikarenakan terputusnya generasi perajin kain jumputan yang saat ini rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun. Thia berkeyakinan, begitu generasi muda melihat bahwa ada potensi, mereka akan berbondong-bondong tertarik.
“Kemudian tidak kalah paling penting juga untuk mendekatkan generasi muda kepada kain Muba, kami membuat lomba desain motif Gambo Muba. Supaya mereka paham bahwa apa yang mereka dapatkan di kain Muba, apa yang mereka cintai dan mereka senangi ternyata bisa lahir dari dari ide mereka,” pungkasnya.
Sementara Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya mengatakan, Jakarta Marketing Week 2020 hadir secara virtual. Hal ini merupakan bentuk dari kesiapan MarkPlus, Inc. dalam beradaptasi di situasi pandemi COVID-19.
“Kehadiran Gambo Muba pada JMW 2020 sangatlah menarik dan menginspirasi karena eco fashion Gambo Muba tak hanya sekedar fashion tapi telah merambah hingga produk interior bahkan bisa lebih mengembangkan produk lebih beragam lagi,” kata Hermawan. (ije)

















