PALEMBANG, Fornews.co – Sepinya pengunjung Pasar Ikan Modern Palembang usai diresmikan pada 6 November 2020, mendorong Asosiasi Kemitraan Usaha Mikro Indonesia (Akumindo) Sumatera Selatan untuk menyelenggarakan kegiatan bazar, guna menarik perhatian masyarakat.
Ketua DPD Akumindo Sumatera Selatan, Masayu Lela menyampaikan, dengan menggandeng pengelola pasar dan 40 pelaku UKM di Sumatera Selatan, diharapkan bazar yang digelar dalam rangka hari jadi ke-5 Akumindo tersebut dapat menumbuhkan geliat ekonomi di pasar tersebut.
“Akumindo upayakan kegiatan ini untuk meramaikan Pasar Ikan Modern Palembang. Beruntung, kami didukung Gubernur Sumsel dan Patralog Palembang sehingga bazar bisa digelar mulai hari ini hingga dua hari ke depan,” ungkap Lela kepada Fornews.co usai pembukaan bazar, Jumat (26/2).

Inisiatif menggelar bazar ini, jelasnya, karena Akumindo sebagai organisasi yang menaungi usaha mikro di Indonesia menerima keluhan pedagang tentang sepinya pengunjung di Pasar Ikan Modern. Di sisi lain menerima juga keluhan pelaku UKM yang mengalami penurunan omzet karena melemahnya pasar di masa pandemi.
“Jadi, kami ajak para pelaku UKM kuliner dan handicraft dari berbagai daerah di Sumsel untuk mengisi di bazar ini. Bahkan kami merencanakan akan mengajak para pedagang di Pasar Cinde untuk berjualan di Pasar Ikan Modern saat Ramadhan nanti. Awal bulan kami mulai pendataan pedagangnya,” cetus Lela.
Terkait kondisi UKM di masa pandemi, pihaknya tetap merangkul 17.000 lebih pelaku UKM di Sumsel dengan mendorong pemasaran online, pemberian bantuan dana segar, serta pelatihan. “Kami terus beri motivasi pelaku UKM untuk tetap semangat, jangan mati suri selama pandemi,” imbuhnya.
Sementara itu, Citrawati, salah satu pedagang Pasar Ikan Modern Palembang menuturkan, kondisi saat ini masih sepi pembeli. Ia sendiri baru satu bulan berdagang di sana setelah Pemkot Palembang memberikan peluang bagi pedagang sayur dan sembako sejak Januari lalu.
“Sepi mungkin karena memang masih baru, saya yakin 6 bulan setelah ini akan ramai. Mulai banyak kegiatan juga ini, seperti bazar dan senam pagi di hari Sabtu,” kata dia yang selama ini berjualan di Kalangan di sekitar wilayah Sako. “Saya bayar iuran lapak Rp10.000 perhari atau sekitar Rp400.000 perbulan,” sebutnya.
Seperti diketahui, Pasar ikan modern Palembang dibangun di lahan seluas 9.000 meter persegi kawasan Jalan MP Mangkunegara, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) III. Pasar tersebut terdapat 200 lebih lapak yang pengelolaannya di bawah manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Palembang Trading and Logistics (Patralog).
Pasar Ikan Modern Palembang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti gudang berpendingin (cold storage) untuk tempat penyimpanan ikan, lahan parkir cukup luas, serta instalasi pengolahan air limbah (ipal) dengan kapasitas hingga 50 meter kubik. Namun dari pantauan, lapak ikan maupun kios kuliner di lantai atas masih banyak yang kosong. (yas)

















