MARTAPURA, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya menggelar syukuran dan doa bersama atas terpilihnya mereka menjadi pemimpin di Sumsel untuk 5 tahun ke depan. Acara ini berlangsung di kediaman orang tua Herman Deru, Belitang, Martapura, Kabupaten OKU Timur, Jumat (19/10).
Tak hanya masyarakat OKU Timur, acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting seperti Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Kapolda Sumsel Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, sejumlah Kepala OPD, Bupati OKUT Kholid Mawardi, para tokoh agama dan pejabat penting lainnya.
Atas nama HDMY yang sudah menjadi gubernur dan wakil gubernur Sumsel, Herman Deru mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama membangun Sumsel.
“Semuanya saya undang di sini, di kediaman ayah saya, itu artinya kita keluarga. Maka dari itu tolong ingatkan kami, bantu doakan kami bisa menjadi pemimpin yang baik bagi Sumsel. Sehingga Sumsel maju dengan nyata, bukan hanya dalam berita,” kata Herman Deru.
Dia mengatakan, bahwa acara ini digelar bukan euforia atas kemenangan HDMY atas Pilkada 27 Juni lalu, juga bukan untuk mendapatkan pujian.
“Jauh dari keinginan untuk dipuji dan euforia, kami dan keluarga menyelenggarakann acara ini murni untuk bersyukur. Saya dan keluarga tidak ingin jadi orang yang kufur. Karena saya tahu yang hebat itu bukan saya, tapi rakyat yang sudah milih saya. Dan kepercayaan masyarakat OKUT ini menguatkan saya,” ungkapnya.
Selama menjadi Bupati dua periode, Herman Deru mengaku tak pernah berselisih paham dengan Wakil Bupati Kholid Mawardi. Hal itu tak lain karena HD tak ingin mengecewakan rakyat yang telah memberikan kepercayaannya.
“Kalau ada persoalan, saya selalu diskusi. Kebetulan Pak Kholid ngemong saya terus. Ini artinya silaturhami itu penting. Silaturahmi tidak memandang status, strata dan lainnya,” ujarnya.
Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, HD meminta agar para pejabat Pemprov Sumsel tak menaruh curiga padanya. Justru sebaliknya, di majelis terhormat itu dia meminta dukungan semua pihak untuk membawa Provinsi Sumsel menjadi lebih baik ke depannya.
“Saya dan pak Mawardi sebagai gubernur dan wakil gubernur butuh bantuan. Di majelis terhormat ini saya mohon dukungan semuanya. Karena saat ini kami dipercaya memegang tampuk pimpinan. Kami butuh informasi tentang masalah Sumsel dan tolong doakan,” ujarnya.
Lebih jauh HD meminta masyarakat selalu mendoakannya agar tetap istiqamah, menjaga Sumsel ke arah yang lebih baik. Dengan doa, semangat dan dukungan semuanya, HDMY optimis Sumsel bisa kondusif dan menjadi provinsi terdepan.
“Yang tak kalah penting lagi, mari kita kembalikan kejayaan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. Potensi kita banyak, dan SDM kita ada. Kita hanya perlu bersatu dalam kebersamaan,” tuturnya.
Untuk menjadikan Sumsel sebagai provinsi yang maju, HD saat ini mengaku tengah melakukan berbagai tahapan sebagai pembenahan. Masing-masing yakni inventarisir dan investigasi masalah Sumsel, baru kemudian konsolidasi dan solusi.
“Untuk menginventarisir saya harus lihat langsung. Makanya saya tidak mau pakai helikopter ke Muratara kemarin. Biar saya tahu kondisi jalan di sana seperti apa,” jelasnya.
Selain menginventarisir masalah. HDMY akunya juga berkomitmen memenuhi semua janji politiknya. Termasuk membangun pabrik ban dan jalan khusus angkutan batubara.
“Setelah saya dilantik, saya langsung laporkan ke Presiden agar segera dibangun pabrik ban di Sumsel. Untuk apa? supaya harga karet bisa naik dan tidak dikuasai orang-orang tertentu saja. Agar petani karet bisa menikmati hasil. Begitu juga untuk jalan angkutan batubara akan secepatnya kita realisasikan,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dalam sambutannya mewakili warga Belitang mengatakan, walaupun mungkin sempat berbeda pilihan, sudah saatnya seluruh warga Sumsel mendukung Herman Deru dan Mawardi Yahya sebagai pemimpin Sumsel.
“Dari Kepolisian dan TNI kami sangat berterima kasih, Pilkada Juni lalu berlangsung damai dan lancar. Walaupun kemarin beda pilihan, sekarang saatnya kita semua mendukung HDMY sebagai Pemimpin Sumsel. Karena sekarang HDMY adalah pemimpin Sumsel. Sehingga Sumsel tetap kondusif dan damai,” jelasnya.
Selain menggelar tasyakuran dan doa bersama, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan suguhan wayang kulit semalam suntuk. Hal ini tak lain sebagai wujud syukur HDMY atas suksesnya Pilkada 2018 dan dilantiknya mereka sebagai pemimpin Sumsel lima tahun mendatang.(bas)

















