
ACEH-Seiring pencarian korban gempa Aceh, berkekuatan 6,4 SR Rabu (07/12) dini hari, jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka diketahui terus bertambah. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Said Abdullah, seperti dikutip acehkita.com korban tewas telah mencapai 45 orang di Pidie Jaya.
Sementara, Direktur RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, drg Muhammad Riza Faisal menyatakan, empat korban meninggal dunia di rumah sakit ibu kota Kabupaten Pidie itu. Selain itu, lebih dari 300 korban lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit tersebut. “Korban luka-luka di atas 300 lebih yang dievakusi ke RS kita, diperkirakan akan terus bertambah, umumnya dari Pidie Jaya,” ujar Faisal.
Dia juga menambahkan bahwa jumlah korban yang menderita luka parah akibat tertimpa reruntuhan mencapai lebih 60 orang dan cidera bagian kepala sekitar 50-an orang. “Kebanyakan korban patah dan luka robek. Yang kritis lagi ditangani tim dokter,” jelasnya.
Menurut Faisal, sebagian besar korban luka-luka dirawat di lorong-lorong yang ada di selasar RSU Tgk Chik Ditiro karena ruangan yang tidak mencukupi menampung mereka. “Tim dokter sudah kita intruksikan semua, minta tolong untuk bantu semua, untuk kerja semua, dokter umum kita ada 20 orang, bedah 3 orang, dan spesialis lainnya,” terangnya.
Untuk kebutuhan dokter atau tenaga medis lainnya, lanjut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan RS Zainal Abidin dan RS Meuraxa di Banda Aceh serta RS di Aceh Tengah, yang telah mengirim tim ke Pidie. Obat-obatan pun masih dapat dipenuhi oleh rumah sakit ersebut. Sementara itu, proses evakuasi para korban yang tertimbun reruntuhan bangunan rumah toko masih terus dilakukan tim gabungan terdiri dari personel TNI, Polri dan relawan kemanusiaan. (ibr)
















